Metro Times (Purworejo) Berbagai bantuan sosial (Bansos) digelontorkan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, ketahanan pangan, dan perlindungan tenaga kerja rentan. Masing-masing yakni Bansos bagi anak yatim dan piatu terdampak Covid-19, Lumbung sosial, program kearifan lokal, serta CSR perusahaan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (30/12). Hadir antara lain perwakilan Kementerian Sosial Pantio Nugroho Probo Kusumo, Sekretaris Daerah Drs Said Romadhon, Asisten Administrasi dan Kesra drg Nancy Megawati Hadisusilo MM, Kepala Dinsosduk KB PPPA Ahmat Jainudin SIP, dan unsur terkait lainnya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan sosial dalam berbagai bentuk. Semangat gotong-royong memang harus terus kita kembangkan, agar kita selalu kokoh dalam kebersamaan dan persatuan,” kata Wabup.

Disebutkan, Lumbung Sosial merupakan lembaga cadangan kebutuhan logistik di daerah yang berperan dalam mengatasi kerawanan logistik dan menjaga stabilitas cadangan kebutuhan masyarakat dalam rangka persiapan menghadapi bencana. Bantuan diserahkan kepada 4 kecamatan yang berada di wilayah pesisir selatan Kabupaten Purworejo, yakni Purwodadi, Ngombol, Grabag dan Butuh. Adanya bantuan itu diharapkan dapat mengamankan ketahanan pangan serta kesiapsiagaan bagi wilayah rawan bencana.

“Lumbung pangan telah ada sejalan dengan budaya dan menjadi bagian dari sistem cadangan masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, bantuan lainnya adalah Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung upaya pengasuhan dan perawatan anak-anak agar tumbuh kembang mereka dapat berlangsung dengan baik.

“Bantuan ATENSI diberikan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang terdampak Covid 19, berkoordinasi dengan Balai ANTASENA Kementerian Sosial RI dan Bank Mandiri. Semoga anak-anak yang ditinggalkan orangtua akibat terpapar Covid-19, tetap tabah dan semangat dalam menjalani kehidupanya,” ungkapnya.

Ahmat Jainudin dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan penyerahan bantuan kali ini di antaranya adalah meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan bencana masyarakat di wilayah terdampak bencana tsunami.

“Dalam kesempatan ini hadir 50 orang terdiri dari 4 dari Tagana, dua kepala desa, 2 ketua kelompok kesenian kearifan lokal, 14 anak yatim dan pendampingnya serta 10 dari pekerja rentan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Purworejo Rosalina Agustin SE, menyebut bantuan untuk perlindungan tenaga kerja rentan bersumber dari CSR sejumlah perusahaan, antara lain PT Bagelen Raharja Sejahtera, RS Panti Waluyo Yakkum Purworejo, dan Perumda BPR Bank Purworejo. Bentuknya berupa perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada pekerja rentan, yakni pekerja difable.

“Ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat pekerja yang memiliki risiko tinggi dalam bekerja, tapi memiliki keterbatasan. Selain itu juga sebagai bentuk dukungan pemerintah serta pengusaha dalam menyukseskan program nasional BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini