METRO TIMES ( JAKARTA ) Sungguh malang nasib seorang ibu rumahtangga yang bernama ‘M’. Pasalnya, kasus pelaporan terhadap pelakor yang diduga berinisial ‘A’ alias ‘T’ hingga kini terlapor belum diperiksa penyidik (polisi) karena mangkir dari panggilan polisi. Sementara suami dari ‘M’ yang berinisial ‘E’ telah mengaku perbuatan selingkuhnya.

Hal yang bikin sakit hati plus geram, lantaran ‘A’ (pelakor) diduga bekerja sebagai ASN di lembaga negara DPD RI. Perempuan yang seharusnya bisa menjaga moral dan etika, ternyata tega-teganya menghancurkan bahtera kehidupan rumahtangga orang lain. Ironis memang.

Sebagai pelakor, ‘A’ diduga sering membuat foto-foto bugil dirinya untuk di kirim ke ‘E’ (suami M), sebagai pasangan selingkuhnya. Karena itu, pihak ‘M’ pun menduga kesemua sengaja dilakukan ‘A’ agar kehidupan rumah tangganya hancur.

“Dalam hal ini, saya merasa sangat sakit hati. Selain itu, keluarga besar atau kehidupan rumahtangga saya dipermalukan,” ucap M, seperti yang dikutip melalui Ferry Juan SH selaku penasehat hukum kepada Wartawan, kamis (23/12/2021).

Tak hanya itu saja. Sesuai pengakuan korban pelakor ‘A’, pihak M berharap kasusnya bisa berjalan ditangani pihak penyidik. Bahkan M menuturkan bahwa tidak hanya dirinya jadi korban, tapi juga mental anak-anaknya

Masih terkait kasus tersebut, sebenarnya pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun karena kejadian perkaranya di sekitar daerah Cikarang (Bekasi), kemudian laporan M dilimpahkan ke Polres Metro Kabupaten Bekasi. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan.

Ditambahkan Ferry Juan SH bahwa ditengah gencarnya pelaksanaan ‘Presisi Polri’ yang berkeadilan, sudah seharusnya tugas polisi adalah mengungkap segala bentuk kejahatan atau pelanggaran pidana. Tidak ada yang kebal hukum semua sama dihadapan hukum. Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyatakan bakal menindak tegas unsur pimpinannya. Jadi bukan cuma pelaksana tugasnya saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini