Metro Times (Wonosobo) Vita Ervina., S.E., M.B.A., konsen terhadap kelestarian alam dengan memperhatikan lahan rusak (kritis) di Desa Menjer dan sekitarnya masuk Kec. Garung Kab. Wonosobo. Tidak tanggung-tanggung, Vita Ervina menyerahkan bantuan sebesar Rp 650 juta di Desa Menjer, Jumat (22/07) malam tadi.

Dalam Kunjungan Daerah Pemilihan Masa Reses di Desa Menjer ini, sebanyak Rp 600 juta diserahkannya untuk pemulihan lahan ke Pemdes Menjer, dan Rp 50 juta pada program aspirasi Bang Pesona yang diterima Kelompok Tani Regeng Gayeng Desa Menjer.

“Dari data terkait tingkat kerusakan lahan (kritis), Desa Menjer adalah satu dari sekian desa yang tingkat kerusakannya cukup parah akibat alih fungsi lahan,” kata Vita Ervina, saat memberikan keterangan kepada awak media.

Pemulihan Lahan, kata Vita Ervina, merupakan aspirasinya sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan PPKL KLHK. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat Menjer untuk bersama-sama merawat lingkungan sekitarnya, sehingga Desa Menjer menjadi salah satu Pilot Project ke depannya.

“Semoga ke depannya kelestarian lingkungan bisa lebih dibangun, dan bantuan ini bisa memberikan kesejahteraan bersama,” ujar Vita.

Sementara dikatakan Kades Menjer, Slamet Rahardjo, merasa bahagia atas bantuan yang diterimanya.

“Kami sudah menunggu lama bantuan ini, dan alhamdulillah malam ini kami mendapatkannya,” terang Kades Menjer.

Bantuan Rp 600 juta ini, masih menurut Kades Menjer, nantinya akan dibelikannya bibit tanaman buah alpokat yang rencananya akan ditanam. Diharapkan dengan ditanami alpokat, bisa menahan erosi karena alpokat merupakan tanaman konservasi yang mampu menyimpan air.

“Selain bisa menahan erosi, juga bisa membantu perekonomian karena alpokat merupakan tanaman buah unggulan yang tentunya akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Desa Menjer adalah salah satu penyangga Wisata Dieng. Dengan kearifan lokalnya, dimana di atasnya terdapat situs sejarah, berharap masyarakat Desa Menjer ke depannya juga bisa menikmati hasil dari wisatawan yang berkunjung ke Dieng, terlebih kalau pohon alpokat sudah mulai di panennya. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini