Hari Guru, Cawabup Ani Tulis Surat Terbuka untuk GTT dan GTY

0
621
Cawabup Yekti Handayani bersama para kolega guru di MTs Falahul Huda, Mojoagung, Plantungan

Metro Times Kendal – Bertepatan dengan peringatan Hari Guru, Rabu (25/11/2020), Calon Wakil Bupati (Cawabup) Yekti Handayani pasangan dari KH Ali Nurudin menulis surat terbuka untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Tetap Yayasan (GTY).

Dalam surat terbuka tersebut, Cawabup NUrani ini mengaku menjadi sebagai guru honorer di sekolah negeri dan guru di sekolah swasta sudah saya jalani. Bahkan, sampai hari ini, dirinya masih menjadi GTT di SD Negeri Kebongembong, Pageruyung dan GTY di MTs Falahul Huda, Mojoagung, Plantungan. Sebelumnya, dirinya juga pernah mengajar di SD Negeri Singorojo dan SMP Negeri Boja.

“Berapa penghasilan sebagai GTT dan GTY, saya tahu persis karena saya menjalaninya. Alih-alih sejahtera, honor sebulan bisa jadi habis hanya untuk biaya transportasi dan operasional. Lalu kenapa para GTT dan GTY itu masih menjalaninya, profesi yang secara ekonomis tidak masuk hitung-hitungan,” tulis Yekti.

Yekti pun mengaku masih beruntung, punya aktivitas lain di luar mengajar sehingga bisa tetap memenuhi kebutuhan. “Lalu bagaimana dengan teman-teman saya yang lain,” tanyanya.

Meski harus terus berjuang, lanjutnya, menjadi guru dengan begitu banyak pengorbanan tetap dijalani karena panggilan jiwa. Yang dicari tidak semata-mata materi, namun di dalamnya terdapat semangat pengabdian. Mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak yang kelak akan melanjutkan perjuangan para orang tuanya, meneruskan generasi kita sekarang.

“Maka, ketika saya berkesempatan untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kendal 2020 mendampingi Pak Ustad Ali Nurudin, sebuah peristiwa yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya; saya punya mimpi untuk memperjuangkan fasilitas yang lebih layak bagi para guru,” ungkapnya.

Menurutnya, menyejahterakan guru menjadi tanggungjawab pemerintah karena guru telah turut mendidik warganya. “Sebuah tugas negara yang telah diamanatkan oleh Undang Undang. Begitu pula Pak Ustad Ali, sebagai pengasuh pesantren, pengajar pendidikan keagamaan, tentu mengerti persis perjuangan dan pengabdian para ustad, guru Madin hingga TPQ,” tuturnya.

Ditambahkan, bagaimanapun juga, ketika kita bicara tentang kesejahteraan masyarakat, salah satu indikatornya adalah pendidikan selain indikator ekonomi. Sudah seberapa maju dan berkualitas tingkat pendidikan warga, akan ditentukan pula oleh seberapa layak fasilitas sarana dan prasarananya dan fasilitas yang didapatkan oleh para pendidik, termasuk penghasilannya dari mengajar.

“Inilah ikhtiar kami, Ustad Ali Nurudin dan Yekti Handayani, untuk mewujudkan Kendal yang lebih bermartabat, berdaya saing dan sejahtera meliputi seluruh sektor kehidupan masyarakat Kendal,” terangnya.

“Selamat Hari Guru Nasional. Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh warga Kendal,” tulis Yekti di akhir surat terbukanya. (Gus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini