- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Ibu Tiahad (55) merupakan pengrajin Abung (keranjang) sejak berumur 19 tahun. Kerajinan Abung telah ada semenjak dari dahulu, dimana digunakan masyarakat Desa Selemam untuk membawa hasil panen dari kebun / ladang untuk dibawa ke rumah dengan pembawaannya di gendong belakang.

“Untuk bahan baku pembuatan Abung sendiri berasal dari kayu Rotan,” ucap Ibu Tiahad.

Ditambahkan oleh Ibu Tiahad, keahliannya dalam membuat kerajinan Abung di dapat dari orang tuanya dulu. Sementara pembuatan Abung ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 3 sampai 5 hari tergantung besar kecilnya kerajinan Abung itu sendiri.

“Untuk harga jual kerajinan Abung beraneka ragam. Untuk yang ukuran besar Rp 200 ribu, ukuran sedang Rp 150 ribu, dan ukuran kecil Rp 80 ribu,” terangnya.

Sementara Babinsa Desa Selemam personil Koramil 01/Ranai Kodim 0318/Natuna, Serda Andi Hakim, yang saat ini mengunjungi kediaman Ibu Tiahad menghimbau kepadanya misalkan keluar rumah harus memakai masker, jaga jarak dan setelah bekerja selalu mencuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir untuk memutus rantai covid-19 di masyarakat, Minggu (28/02).

ads

“Tujuan ke kediaman Ibu Tiahad adalah dalam rangka bersilaturahmi dan mempererat hubungan keakraban dengan warga binaan agar terciptanya hubungan yang baik. Selain itu, kita juga menghimbau kepada warga untuk selalu menjaga kesehatan diantaranya mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19,” jelas Babinsa Desa Selemam.

Diperlukan kesadaran warga masyarakat secara seluruhnya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam memutus rantai covid-19, tidak hanya menjadi tugas dari instansi pemerintah saja. Maka dari itu, Babinsa Desa Selemam menekankan arti pentingnya saling peduli dalam hidup bermasyarakat. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!