Ingin Berdoa di Makam-makam Presiden RI agar Pandemi Covid-19 Cepat Selesai, Mariyo Rela Jalan Kaki Ratusan Kilometer

0
364
Mariyo saat melintas di Jalan Pemuda Kendal dalam perjalanan ziarah ke makam-makam Presiden RI
- iklan atas berita -

Metro Times Kendal – Perihatin dengan pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai, Mariyo (48) warga Getas Pringanom Sragen, rela jalan kaki ratusan kilometer untuk berziarah ke makam-makam Presiden Republik Indonesia.

Saat tiba di Kendal, tepatnya di Jalan Pemuda Kendal, rabu (7/10/2020) sekira pukul 13.00 wib dan tanpa sengaja bertemu dengan media metrotimes.news, dirinya mengaku bahwa ziarah yang dilakukan bertujuan untuk berdoa kepada Allah di makam-makam Presiden RI agar pandemi covid-19 cepat selesai.

“Dari rumah saya di Sragen, saya langsung menuju ke makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun Kabupaten Karanganyar,” ungkap Mariyo.

Usai berziarah di Astana Giribangun Karanganyar, dirinya mengaku melanjutkan perjalanan menuju ke makam Presiden pertama RI yakni, Presiden Soekarno di Blitar Jawa Timur.

“Setelah dari makam Presiden Soekarno di Blitar, saya melanjutkan kembali perjalanan menuju ke makam Presiden Abdurrahman Wahid atau Gur Dur di Tebuireng Jombang,” katanya.

Dirinya menuturkan, setiba di komplek pemakaman Tebuireng, niatnya untuk berziarah ke makam Gus Dur terhalang dengan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan tim satuan tugas setempat. Komplek makam Gus Dur masih ditutup bagi peziarah demi mencegah penyebaran virus covid-19.

“Di makam Gus Dur saya tidak masuk komplek makam. Saya hanya bisa berdoa dari luar komplek pemakaman,” ujarnya.

“Tak lama saya lalu meneruskan perjalanan ke Surabaya kemudian lewat pantura untuk melanjutkan perjalanan berziarah ke makam Presiden Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta,” imbuhnya.

Meski telah melakukan perjalanan ratusan kilometer dan tiba di Kendal dihari ke 15 sejak dirinya keluar dari rumahnya di Sragen dengan jalan kaki, dirinya tetap semangat untuk melanjutkan langkah kakinya menuju ke Taman Makam Pahlawan di Kalibata Jakarta.

Dia yang hanya mengenakan kaos oblong, celana pendek dan membawa tas ransel dengan menempelkan bendera Pospera juga mengaku bahwa dirinya bagian dari Ormas Pospera (Posko Perjuangan Rakyak) Jawa Tengah.

“Sebagai anggota Pospera Jawa Tengah, saya juga ingin mensosialisasikan gerakan pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak kepada semua masyarakat,” terangnya.

Sosialisasi gerakan pakai masker dirinya tunjukan dengan memperlihatkan tas ransel yang menempel di punggungnya tertempel stiker bertuliskan #pakai masker, #jaga jarak, #terus bergerak.

Dirinya berharap, pandemi covid-19 yang melanda negeri ini cepat selesai dan semua sendi kehidupan kembali normal seperti semula. (Gus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini