Jokowi Resmikan BLK Komunitas se-Indonesia di Ponpes Alfadlu 2 Kendal

0
116
-top ads-

 

Metro Times (Kendal) Presiden Jokowi dengan didampingi Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, DRA. HJ. Ida Fauziyah, M.Si meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Se-Indonesia, Senin (30/12/2019) di Pondok Al Fadllu 2 Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Dalam peresmian itu nampak pula Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng dan Pangdam 4 Diponegoro dan beberapa menteri lainnya, seperti Menteri Desa, Menteri Agama dan Menteri Pariwisata.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, mulai tahun 2017 Program BLK didirikan sampai tahun 2019 jumlah BLK Komunitas sejumlah 1011 lembaga.

“Sesuai arahan Presiden pada tahun 2020 mendatang Kementerian Tenaga Kerja akan melanjutkan pengalokasian program dan anggaran untuk program BLK komunitas akan ditambah sebanyak 2000,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, BLK merupakan unit fasilitas pelatihan vokasi pada lembaga pendidikan keagamaan seperti Pondok Pesantren dan Seminari yang berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi guna memberikan bekal yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kepada para siswa dan komunitas masyarakat sebagai bekal untuk mencari kerja dan wira usaha.

Sementara, Presiden Jokowi mengatakan rasa syukurnya karena berkat adanya BLK ekonomi Indonesia tetap baik dan stabil.

“Pertumbuhan ekonomi masih diatas 5 persen patut kita syukuri, karena ada negara lain yang perekonomiannya 7 persen anjlok jadi mines satu setengah persen, ada yang 4 anjlok jadi 0,5, dan ada juga yang 10 anjlok jadi 5 persen,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini telah menjadi persaingan ketat, bukan masalah ijazahnya apa, atau beradu ijazah, namun beradu ketrampilan, skill dan adu kompetensi. Hal ini terkadang kemampuan menjadi tidak sambung, contoh lembaga keuangan butuh SDM programming namun teknisi suplainya sangat minim sekali dikarenakan minimnya pelatihan, sehingga dengan adanya BLK Komunitas ini dapat menyambungkan kebutuhan SDM di masing-masing perusahaan.

Beliau juga mengatakan, agar sebelum pelatihan harus ada komunikasi dengan para pihak perusahaan mitra, sehingga saat selesai pelatihan dapat langsung ditampung atau bekerja di perusahaan yang membutuhkan. “Para mentoring harus tanya kepada penggunanya (perusahan-perusahaan mitra), butuhnya SDM dalam bidang apa, sehingga sesuai apa yang menjadi kebutuhan perusahaan,” tutur Presiden RI tersebut.

Presiden berpesan agar BLK ini riil harus benar-benar hidup dan menghasilkan SDM-SDM dari Pondok Pesantren yang kita miliki, jika nanti pada tahun 2020 berdiri 2000 BLK lembaga bisa berjalan dengan baik, maka tahun depannya lagi akan dilipat menjadi 4000, karena jumlah Pondok Pesantren di seluruh Indonesia ada 29000.

“Saya yakin jika training BLK ini bisa berjalan dengan baik dan bersinergi dengan perusahaan-perusahaan seperti perbankan syariah dan perbankan lainnya saya berharap BLK Komunitas akan menjadi tempat dimana pembangunan SDM itu dimuali,” tutup Presiden Joko Widodo.

Acara yang juga dihadiri Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., Ketua DPRD Kendal, Muhamad Makmun, dan diikuti para pengurus BLK Komunitas Se-Indonesia, para Mitra Kerja BLK Komunitas, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta para Pengasuh Pondok Pesantren di Jawa Tengah, dilanjutkan dengan peresmian yang ditandai dengan dipencetnya tombol sirine oleh Presiden Republik Indonesia, didampingi Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Jawa Tengah dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadllu 2.(Gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here