- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan pengembangan sistem sosial pendidikan pemilih serta upaya peningkatan partisipasi secara tatap muka kepada masyarakat di Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano. Sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di 5 desa, yakni Desa Keponggok Purwodadi, Kelurahan Kutoarjo, Desa Sidomulyo Purworejo, Desa Rendeng Gebang, dan Desa Pamriyan Pituruh.

Kegiatan Pendidikan Pemilih berlangsung di Gasebo Lurisae area peternakan kambing etawa milik Sumaryanto di Dusun Kebon Gunung, Desa Kebon Gunung, Selasa (26/10). Hadir sekaligus sebagai narasumber dalam kesempatan itu Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Dulrokhim, bersama anggotanya Widya Astuti dan Akmaliyah. Turut hadir Kades Kebon Gunung Fatah Kusumo Handoko serta 30 orang para peserta yang terdiri berbagai unsur yakni dari Rt, Rw, PKK, Karang Taruna dll.

Akmaliyah menyampaikan, pendidikan pemilih merupakan program jangka panjang KPU. Program tersebut penting dijalankan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang Pemilu dan Pemilihan. Tujuan diadakannya pendidikan Pemilih ini adalah membangun kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang berdaulat, mengedukasi masyarakat dalam memfilter informasi, menghindarkan masyarakat pada praktek politik uang serta meningkatkan kualitas serta kuantitas partisipasi masyarakat.

Sementara itu Widya Astuti memberikan materi tentang arti penting dari partisipasi masyarakat dalam Pemilu maupun Pemilihan. Widya Astuti juga menyampaikan berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan serentak pada tahun 2024.

ads

“Pada saat sesi tanya jawab para peserta sebagian besar sudah paham terkait pelaksanaan pemilu, namun ada beberapa yang belum mengerti, seperti desain surat suara, penentuan caleg terpilih, penghitungan suara di TPS sampai rekap di tingkat kecamatan, sistem informasi dalam Pemilu dan sosialisasi kandidat atau peserta pemilu,.

Ketua KPU dalam paparannya menekankan pada pentingnya demokrasi dan Pemilu. Menurutnya, demokrasi penting antara lain untuk menjamin hak-hak dasar, mewujudkan kesetaraan setiap warga negara, pemenuhan kebutuhan umum, pembaharuan kebijakan sosial, kebebasan rakyat untuk menyampaikan pendapat, dan menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab. Sementara pentingnya Pemilu antara lain untuk mempertahankan kedaulatan rakyat dan tegaknya negara, terjaminnya pergantian kepemimpinan secara reguler dan damai, serta memberikan kesempatan setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.

“Selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” bebernya.

Karena itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam Pemilu. Beberapa bentuk partisipasi yang dapat dilakukan antara lain melakukan sosialisasi tentang Pemilu, mencari informasi untuk mengetahui visi-misi dan program peserta pemilu, serta memberikan hak suara di TPS.

“Kami berharap pada Pemilu mendatang tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Kebon Gunung Fatah Kusumo Handogo menyambut baik adanya pendidikan pemilih di desanya. Menurutnya, sosialisasi serta edukasi yang digelar secara jangka panjang atau jauh-jauh hari dapat mematangkan kedewasaan pemilih sehingga kualitas Pemilu dapat meningkat.

“Tidak hanya bagi pelaksanaan Pemilu, kegiatan seperti ini juga penting untuk meningkatkan kesadaran demokrasi masyarakat di lingkup desa,” ungkapnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!