Metro Times (Purworejo) Jumlah peserta Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tahun 2020 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 31 menjadi 29. Namun, secara kualitas, inovasi dan kreativitas yang ditampilkan peserta naik siginifikan.

Penilaian lomba melalui presentasi dan tanya jawab dilakukan selama dua hari, Rabu-Kamis (7-8/10), di Aula Bappeda Purworejo. Sebanyak 14 peserta dinilai pada hari pertama, sedangkan 15 peserta lainnya pada hari kedua. Dalam pelaksanaannya, Bappeda melibatkan 5 juri yang berasal dari unsur Bappeda, akademisi, praktisi, dan media.

Kepala Bappeda Purworejo, Ir Bambang Jati Asmara MT MA, saat membuka kegiatan mengungkapkan bahwa Lomba Krenova merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai apresiasi kepada para mitra dan inovator atau inventor yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi bagi masyarakat luas. Adanya kompetesi diharapkan juga mampu meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan inovasi masyarakat dalam menghadapi era 4.0.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan Lomba Krenova beberapa tahun terakhir, Purworejo mampu menghasilkan prestasi hingga tingkat provinsi dan nasional. Hal itu tidak lepas dari keseriusan penyelenggara serta para juri dari berbagai elemen dalam melakukan penilaian dan seleksi.

“Jadi penilaiannya memang tidak main-main ini. Kami berharap, tahun ini selain kembali meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional, juga dapat memotivasi masyarakat lain untuk memunculkan inovasi atau kreativitas demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk menghadapi dampak pandemi,” ungkapnya.

Kabid Ekonomi dan Pengembangan Wilayah (EPW) Bappeda Purworejo selaku Ketua Dewan Juri, Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc, menilai penurunan jumlah peserta menjadi kewajaran mengingat banyaknya keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Namun, pihaknya tidak menyangka kondisi pandemi justru meningkatkan kualitas karya peserta. Inovasi yang diusung kian inovatif dan lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak muncul temuan bidang teknologi dan penerapan yang secara langsung menyikapi tantangan era kebiasaan baru.

“Tahun lalu sudah banyak muncul kreativitas dan inovasi baru yang sifatnya rekayasa dari berbagai aspek. Namun, tahun ini lebih variatif lagi,” sebutnya.

Ada berbagai bidang yang dapat diusung peserta. Beberapa di antaranya yakni agribisnis dan ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, kehutanan dan lingkungan hidup, serta kelautan dan perikanan. Ada pula bidang kesehatan, obat-obatan dan kosmetik, pendidikan, rekayasa teknologi dan manufaktur, teknologi informasi dan komunikasi, industri kreatif, serta sosial budaya.

Hadiah cukup besar disiapkan oleh Bappeda. Nantinya, pemenang utama I akan mendapatkan uang pembinaaan Rp8.025.000, pemenang utama II Rp6.955.000, dan pemenang utama III Rp5.350.000. Para pemenang juga akan dikirim ke provinsi untuk mengikuti ajang serupa. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini