-top ads-

Metro Times (Purworejo) Di tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo bakal membangun gedung baru yang difungsikan sebagai Mall Pelayanan Publik, Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora). Gedung berkontruksi 3 lantai tersebut rencananya akan berdiri di sisi barat kompleks Kantor Bupati Purworejo atau Kantor Setda Purworejo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purworejo, Said Romadhon, saat dikonfirmasi metrotimes di kantornya menyebut gedung akan dibangun dalam 2 tahap. Pada tahap pertama yakni tahun 2020 pekerjaan difokuskan untuk pembangunan struktur bangunan dengan anggaran sekitar Rp12 miliar lebih.

“Untuk lelang pekerjaan tahap pertama akan kita lakukan segera pada awal tahun ini,” sebutnya, Senin (13/1) sore.

Dijelaskan, pembangunan gedung tersebut dilakukan untuk menyikapi kondisi Kantor Dindikpora yang saat ini kondisinya kurang representatif. Sama halnya dengan kondisi Kantor DPMPTSP yang saat ini sangat terbatas.

Direncanakan, gedung lantai 1 akan dimanfaatkan untuk Mall Pelayanan Publik yang mampu melayani berbagai jenis perizinan sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan dalam 1 tempat terpadu. Gedung lantai digunakan sebagai Kantor DPMPTSP dan lantai 3 sebagai Kantor Dindikpora.

“Untuk Kantor Dindikpora yang sekarang rencana akan kita manfaatkan untuk Dinpermades karena Dinpermades itu kan melayani banyak desa sehingga membutuhkan kantor memadai,” jelasnya.

Selain gedung tersebut, Pemkab juga akan mulai membangun sejumlah fasilitas publik lainnya pada tahun 2020. Beberapa di antaranya yakni Pasar Purworejo sebagai pengganti Pasar Suronegaran, 5 kantor kelurahan, dan 1 kantor kecamatan.

“Untuk Pasar Purworejo pengganti Pasar Suronegaran ini sangat mendesak karena lahan yang digunakan untuk Pasar Suronegaran ini kan sewanya sangat mahal. Pemkab punya lokasi di Brengkelan sekitar 2 hektare, tahun ini akan kita mulai untuk pasarnya, dan ke depan mungkin akan kita lengkapi dengan terminal tipe C di depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Suranto, saat dikonfirmasi terpisah menjelaskan, untuk pembangunan Pasar Purworejo tahap pertama dialokasikan dana APBD sekitar Rp39,4 miliar. Lokasinya berada di Jalan Kiai Brengkel atau sekitar eks SDN Brengkelan.

Selanjutnya untuk 5 kantor/gedung kelurahan yang akan dibangun meliputi Kelurahan Kedungsari, Tambakrejo, Kledung Kradenan, Bandungrejo, dan Bayem.

“Lima kantor kelurahan ini kondisinya memprihatinkan. Perbaikan juga akan dilakukan untuk 1 kantor kecamatan, yakni Kecamatan Bruno yang juga memperihatinkan,” jelasnya.

Suranto menyebut bahwa sejumlah paket kegiatan tersebut saat ini dalam tahap penyusunan sistem rencana pengadaan. Diharapkan, proses tender atau lelang dapat terlaksana pada akhir Januari atau awal Februari 2020 mendatang.

“Nanti akan kita upload biar masyarakat bisa lihat dari website resmi Purworejo. Harapnnya bisa segera proses tender biar waktu pengerjaan cukup,” ungkapnya.

Suarnto menambahkan bahwa sepanjang tahun 2019, semua kegiatan pembangunan yang ditangani DPUPR terselesaikan dengan output fisik sebesar 100 persen dan serapan keuangan 97,36 persen. Meski telah rampung, sejumlah paket pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan.

“Untuk RSUD Tipe C tahun 2020 sudah tidak ada pekerjaan kontruksi. Untuk pengisian alat-alat kesehatan itu nanti oleh Dinas Kesehatan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here