Ilustrasi
- iklan atas berita -

MetroTimes(Jakarta) Setelah melakukan penyelidikan, olah TKP, dan memeriksa sejumlah saksi, polisi menduga kematian Wayan Mirna Salimin (28), tidak wajar. Mirna meninggal dunia setelah meminum kopi, di salah satu restoran, di Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Terkait peristiwa itu sendiri, betul bahwa Mirna diduga mati tidak wajar. Proses kematiannya yang tidak wajar itu adalah sesaat sesudah meminum kopi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (10/1).

Sementara itu Kuasa hukum teman korban Jessica Kumala, 27, Yudi Wibowo Sukinto, meragukan Wayan Mirna Salihin meninggal karena meminum kopi bersianida. Dia menduga, pemeriksaan Puslabfor Polri terhadap kopi Mirna keliru.

Yudi mengungkapkan, Mirna sempat mencium bau tak sedap pada kopinya. Mirna meminta Jessica dan Hani ikut mencium kopi.Bahkan,‎ Hani sempat mencicipi kopi yang diminum Mirna. Berbeda dengan Mirna, Hani hingga saat ini baik-baik saja.

“Mirna minum seteguk, Hani mencicipi seteguk. Setelah Hani mencicipi, ngobrol-ngobrol. Saat mau makan lagi, Mirna menyuruh Jessica minta air, tenggorokannya kering. Air belum datang Mirna sudah meninggal ,” kata Yudi, Selasa (19/1/2016).

ads

Menurut Yudi, tentu menjadi pertanyaan ketika hanya Mirna yang meninggal. Yudi meminta polisi memeriksa ulang kopi yang diminum Mirna di RSCM.

Yudi juga menilai ada kejanggalan saat otopsi jasad Mirna. Ia mengatakan, Mirna baru diotopsi setelah tiga hari meninggal. Menurut Yudi, mayat yang didiamkam lebih dari tiga jam bisa mengeluarkan racun.

“Tubuh kita mengandung racun. Di lambung kita ada asam. Saya bukan dokter, tapi saya pelajari itu. Mayat baiknya diautopsi sebelum tiga hari,” ujarnya.

Keluarga Mirna sempat menolak untuk diotopsi. Namun, setelah dibujuk, pihak keluarga menyetujui otopsi tiga hari setelah Mirna meninggal. “Hasil laboratorium forensik mungkin keliru,” kata Yudi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!