- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Pendidikan dari kata didik yang dimaknai memelihara, mengajarkan, mengasuh, memimpin dan ungkapan sejenis yang menunjukkan aktifitas yang ditujukan terjadinya perubahan. Perubahan itu sendiri bisa terkait dengan adanya penambahan atau peningkatan setelah terjadi proses didik atau pendidikan tersebut.

Di luar adanya wabah Covid-19 yang semakin meluas di semua negara dan juga menimbulkan konsekuensi perubahan tersendiri di semua lini kehidupan sekitar. Senyampang dari itu, saat ini sebetulnya terjadi banyak perubahan di dunia. Perubahan tersebut bisa dilihat secara kasat mata ataupun melalui perantara media, termasuk media sosial yang kita hadapi sehari-hari.

Perubahan yang terjadi sangat cepat, fundamental, dan mengacak-acak pola tatanan lama dan harus berusaha untuk menciptakan tatanan baru. Cakupannya juga sangat luas, merata dan tidak bisa terelakkan lagi. Apalagi ketika dipaksa untuk menjaga jarak karena pandemi yang terjadi.

Mulai dari dunia bisnis, perbankan, transportasi, sosial kemasyarakatan, pendidikan hingga menyentuh hal-hal yang bersifat rentan terjadinya konflik. Baik konflik secara individu yang terjadi pada diri sendiri ataupun yang bersifat sosial kemasyarakatan yang lebih luas.

ads

Rutinitas kemacetan lalu lintas di kota-kota besar, kemudahan transportasi online, kemudahan bertransaksi online, kemudahan akses sumber daya informasi online, e-commerce, dan kehadiran smartphone yang dapat digunakan untuk kegiatan online lainnya sekarang ini sudah dianggap hal biasa saja dan sudah dihadapi setiap hari. Dan kita dipaksa keadaan tersebut untuk menerima dan menghadapinya.

Kehadiran fenomena ini mau tidak mau juga bersinggungan dan berdampak dalam kehidupan dan aktivitas dalam dunia pendidikan. Terutama pendidikan di lingkup aktivitas di komunitas-komunitas.

Banyak sanggar, kelompok masyarakat dan komunitas-komunitas terdampak dengan adanya wabah Covid 19 ini. Ini sangat membutuhkan sikap baru dalam menghadapinya.

Perubahan sikap dan cara menghadapi situasi membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam berkegiatan bagi komunitas. Akankah perubahan tersebut juga menuntut sisi perubahan kemanusiaan kita? di mana dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan fitrah kita sebagai manusia.

Dengan semua gejala, Njo Thethek Njo (NTN) yang digagas oleh Komunitas Pinggir Kali menjadi wahana bagi komunitas untuk tetap berkreatifitas. Acara yang disiarkan langsung melalui saluran Youtube Komunitas Pinggir Kali ini diadakan setiap minggu dua kali yaitu di hari Rabu dan Sabtu mulai pukul 20.00 jam siarnya.

“Dengan acara NTN ini kami tetap bisa berkreasi walaupun dalam suasana keterbatasan. Semua hal yang bisa dilakukan secara daring bisa disiarkan diacara ini. Acara kami kemas menarik sebagaimana di acara-acara tv dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah,” ujar Muhammad Nafi, penggagas acara NTN yang juga Ketua Koordinator Komunitas Pinggir Kali, Senin (1/6) siang.

“Dalam acara NTN ini kami juga mempertemukan antara komunitas-komunitas dengan para calon donatur, sponshorship atau pendana kegiatan. Kerjasama saling menguntungkan dan didukung kolaborasi dengan semua pihak. Di samping wahana untuk promosi, bagi para pengisi pertunjukan sistemnya seperti mbarang atau mengamen. Hasil dana yang di dapat dibagi secara adil dan merata walaupun tidak mesti sama antara satu dan lainnya,” imbuh lelaki, Guru SMK Yudya Karya yang juga aktif dalam beragam kegiatan komunitas di Kota Magelang ini.

Menurut Lyra, salah satu penampil. Acara NTN ini menurutnya merupakan acara yang cerdas dalam menghadapi situasi dan keadaan darurat karena wabah virus Corona.

“Dengan kegiatan ini, sebagai seniman kami merasa bisa mengerti bagaimana untuk bisa berhemat dan bersiap diri ketika menghadapi situasi sulit. Benar-benar meruntuhkan cara pandang lama dalam berkegiatan untuk mencari dan berkreasi dalam cara yang baru sama sekali,” tambah penari dan juga pengelola Sanggar Srikandi Enterprise ini.

Bisa jadi dengan kreatifitas yang dilakukan seperti Komunutas Pinggir Kali dengan acara Njo Thethek Njo (NTN) ini bisa memudahkan peralihan dari cara lama menuju cara cara baru. Dari kelaziman di masa lalu menjadi cara normal baru.

Dengan tetap terus berkegiatan dan berkreasi, kehidupan tetap bisa terus berjalan dan bergerak untuk masa depan baru yang lebih baik. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!