Metro Times (Kab. Magelang) Anggota Koramil bersama dengan masyarakat, BPBD, DPU dan relawan, bahu membahu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan antara Desa Sidomulyo dengan Desa Surojoyo, Senin (24/01).

Tebing setinggi 30 meter dengan kemiringan 80 derajat tersebut longsor pada minggu dini hari kemarin, sehingga menutupi akses jalan. Material longsor sepanjang 50 meter dengan ketinggian 1-2 meter tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan tebing dan saluran irigasi ikut terbawa longsor dan menghalangi jalan. Bukan hanya jalan yang tertimbun longsor, namun material longsor juga menimpa beberapa sawah dan kolam ikan milik warga setempat.

Akibat kejadian tersebut, warga yang memiliki sawah garapan maupun peternak / kolam ikan yang berada di bawah aliran irigasi tersebut tentunya sangat dirugikan, apalagi saat sekarang baru musim tanam padi.

Kepala BPPD Kabupaten Magelang, Edy Wasono mengatakan, saat ini BPBD fokus untuk pembukaan akses jalan antara Desa Surojoyo dengan Desa Sidomulyo dengan menurunkan alat berat berupa becho, mobil pemadam kebakaran, senso dan jenset air.

“Semua yang kami punya akan kita terjunkan, agar situasi bisa segera normal kembali,” terang Edy.

Masih kata Edy, BPBD akan berusaha secara maksimal terhadap kejadian ini, karena jalan tersebut merupakan jalur perekonomian bagi warga setempat. Disamping itu BPBD juga membantu logistik bagi relawan maupun masyarakat yang sedang bekerja di lokasi kejadian.

“Kegiatan selanjutnya adalah tahap perbaikan saluran irigasi, sebab sudah kami cek di lapangan ternyata saluran irigasi tersebut mengairi lahan sawah lebih kurang 10 hektar, dan ini kalau tidak di bangun kembali dengan cepat, maka warga masyarakat yang mempunyai sawah akan terancam gagal panen, dan ini tidak kita harapkan,” terangnya.

Edy juga berharap, setelah akses jalan sudah dibuka, saluran irigasi sudah terbangun, maka diharapkan perekoniman warga bisa berjalan normal kembali. BPBD saat ini sudah mengedukasi warga setempat supaya tanah di sekitar longsor agar ditanami tanaman jenis rumput Verivare, dimana tanaman tersebut berfungsi sebagai penahan tanah atau mengikat tanah supaya tidak mudah longsor, dan cocok ditanam di lahan yang miring.

Dalam hal ini, BPBD akan menggandeng semua elemen maupun instansi terkait, beserta pemerintah desa untuk segera membangun saluran irigasi dengan anggaran dana desa dan nanti di bantu dengan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT).

“Semoga Bapak Bupati segera bisa merestui itu, mengingat pentingnya irigasi bagi perekonomian warga,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Danramil-10/Candimulyo, Kapten Infanteri Sunarto juga menekankan kepada warga setempat untuk lebih waspada dan berhati-hati, khususnya saat curah hujan tinggi karena tidak menutup kemungkinan longsor susulan bisa terjadi kapan saja.

Danramil juga berpesan agar TNI-POLRI, masyarakat dan relawan agar selalu menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugas, tetap semangat dan jangan lupa faktor kehati hatian tetap yang paling utama.

Sementara itu Kabul (52) salah satu warga yang terdampak langsung akibat longsor mengatakan, bahwa kejadian tebing longsor yang juga menimbun sebagian sawahnya tersebut hanya bisa pasrah karena kebetulan sawahnya berada di bawah tebing. Namun begitu dirinya berharap agar saluran irigasi bisa secepatnya di bangun karena sangat penting bagi para petani.

“Kami menerima ini sebagai musibah, dan tidak bisa menyalahkan siapa siapa karena murni bencana alam, terimakasih kepada TNI-Polri, BPBD dan relawan yang bergerak cepat untuk membuka akses jalan di desa kami,” tutup Kabul. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini