- iklan atas berita -

Metro-times/Manokwari Pemalangan Jalan Pada hari Sabtu tanggal 18 juni 2016 pkl 11.30 wit bertempat di Jl.Pahlwan sanggeng tepatnya di depan kantor gerakan merah putih telah terjadi pemalangan oleh masyarakat sanggeng akibat hasil tes penerimaan calon siswa (casis ) polri.

Dari Pantauan Media Metro Times Adapun kronologis kejadian ‎ pada pukul/09.30 wit para casis polri mendengarkan hasil tes kesehatan kedua dimana beberapa casis bintara maupun tamtama putra/putri asli papua tidak lolos dalam tes tersebut sehingga para casis tersebut pulang dan memberitahukan kepada orang tua mereka.
_20160628_044815
Aksi tersebut massa melakukan pemalanganan dengan cara menggunakan batu, kayu, dan pohon yang ditebang s‎ehingga mengakibatkan macet nya arus lalulintas dan tidak bisa di lewati oleh pengendara mobil atau motor.tidak beberapa lama kemudian 40 Personil anggota polsek Manokwari yang dipimpin oleh AKP SUROTO mendatangi Tempat Kejadian (TKP) dan sekaligus menyampaiakan kepada massa agar tidak melakukan pemalangan jalan dan harus menyampaikan aspirasi tersebut dengan baik-baik ke polda, namun himbauan tersebut tidak di didegarkan dan massa tetap melakukan pemalangan.

Waka polda Papua Barat (PB) Drs. Kombes Pietrus Waine SH. M.Hum, Karo Ops Kobes M. Sahid armada Agiakta. SH, Kapolres Manokwari AKBP Drs. Cristian Rony Putra.SIK . MH dan Kasat Intel Mkw AKP Ferdinandus Mardi menemui massa dan mendengarkan aspirasi dari massa yang melakukan pemalangan, adapun aspirasi yang disampikan oleh Enu Yenu agar adik-adik kami yang jatuh agar bisa diluluskan kembali karena mereka merupakan anak-anak asli papua dan merupakan generasi papua yang akan mengabdi pada bangsa indonesia apabila mereka menjadi anggota polri.

Kemudian Markus Yenu Mengatakan‎ Papua merupakan daerah otonomi khusus sehingga dalam pelaksanaanya harus selalu mengutamakan orang asli papua baik dipemerintahan maupun di kepolisian sehingga suka tidak suka adik-adik kami yang tidak lolos pada hari ini agar diloloskan kembali.Tegas nya,”

” Markus pun menegaskan Kami akan memberi waktu 3 hari untuk bapak waka polda (PB) untuk menyampaikan dan menindak lanjuti nama-nama yang tidak lulus pada tes kesehatan kedua untuk kembali di luluskan.Bila Perlu dilakukan pertemuan kepada org tua atau wali dari para casis yang tidak lolos pada saat kesehatan kedua agar diketahui sebab dari casis-casis tersebut tidak lolos dan sekaligus mendengarkan keinginan orang tua atau wali tersebut.Tambah nya,”

ads

Angggota DPRD Kabupaten Manokwari Eli Wanma menambahkan Agar penerimaan ini benar-benar dilaksanakan dan memperhatikan apa yang telah disampaikan atau dijanjikan kepada kami untuk orang papua 80% dan 20 % orang pendatang dan jangan sampai terbalik.

Tak beberapa lama kemudian Penyampaian dari waka polda (PB‎) Drs. Kombes Pietrus Waine SH. M.Hum Bahwa kita telah berusaha untuk mengajukan ke pusat terkait dengan penerimaan anggota polri dengan dasar memperhatikan UU Otsus yaitu penerimaaan kuato untuk orang papua 80 % sedangkan pendatang 20 % hal tersebut telah disetujui.dan ntuk maslah tes kesehatan itu tidak bisa ditoleransi apabila casis tersebut mempunyai penyakit.Terang nya,”
_20160628_044834

“Ia pun Mengatakan kita akan mengumpulkan semua casis orang asli papua yang tidak lolos agar diberikan penjelasan secara tertulis serta memanggil para orang tua agar diberikan penjelasan juga terkait dengan hasil tersebut karena saya bukan orang dari kesehatan shingga nantinya Dokter yang dapat memberikan penjelasan kepada adik-adik yang tidak lolos agar bersabar karena masih ada kesempatan pada tahun Depan dan kami akan berusaha memperjuangkan putra/putri asli Papua kepada pusat agar tahun depan penerimaan Polri 100 % untuk orang asli papua.kemudian Waka Polda meminta agar masyarakat Membuka palang ini agar tidak menggangu arus lalulintas Atau pengguna jalan lainnya.Akhirnya massa kembali membubarkan diri sekaligus Buka Palang-Palang dan situasi Kembali normal aman dan kondusif.(aris).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!