Penyembelihan Hewan Qurban Harus Perhatikan Protokol Kesehatan

0
835
- iklan atas berita -

Metro Times Semarang – Sebentar lagi umat islam merayakan hari raya qurban (Idul Adha). Namun disisi lain hingga ini masih masa pandemi. Supaya pelaksanaan idul adha 1441 H/2020 M dimasa pandemi ini berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi berharap kepada semua takmir masjid yang ada di Kota Semarang yang melakukan penyembelihan, harus menerapkan protokol kesehatan.

“Silahkan melaksanakan penyembelihan hewan qurban, namun harus memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut harus kita patuhi sebagai langkah antisipasi penyeberan Covid-19,” ucap Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi saat membuka acara pelatihan penyembelihan hewan qurban bagi perwakilan takmir masjid se-Kota Semarang oleh Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang bersama Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Jateng di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Semarang, Sabtu (18/7).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan sambutan dalam pelatihan penyembelihan hewan qurban dimasa pandemi oleh PD DMI Kota Semarang

Hendi melanjutkan, supaya tidak terjadi kerumunan atau uyel-uyelan saat penyembelihan dan pembagian hewan kurban bisa memaksimalkan peran karang taruna dalam pembagian.
“Yang biasanya pada antre daging berdagangan ke masjid, sekarang bisa diantarkan atau bisa menggunakan cara tiket nomer urut. Misal no 1-50 jam sekian, lalu 51-100 jam sekian dan seterusnya,” urainya

Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad mengatakan, kegiatan pelatihan penyembelihan hewan qurban tahun ini dilakukan dua hari, yakni Sabtu-Minggu (18-19/7/2020).
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu bagaimana cara menyembelih hewan kurban kepada sejumlah takmir masjid di Kota Semarang,” ujarnya.

Wakil Ketua I Yayasan Amal PAPB Semarang itu menjelaskan, peserta pelatihan ini merupakan perwakilan takmir masjid di setiap kecamatan. Kurang lebih total peserta mencapai 100 orang takmir.

ads

“Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan DMI Kota Semarang untuk memberikan edukasi penyembelihan hewan kurban kepada semua takmir masjid,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris PW DMI Jawa Tengah Dr. Multazam Ahmad, MA mengapresasi kegiatan pelatihan penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan PD DMI Kota Semarang. Menurutnya pelatihan seperti ini sangat penting, supaya para takmir punya pengetahuan dan skill menyembelih yang benar sesuai aturan syar,i. “Hewan halal, tapi cara menyembelihnya tidak benar (Tidak sesuai tuntutan syariat), barang tersebut bisa berubah jadi haram. Inilah pentingnya kita punya skill menyembelih,” ucap Multazam

Pria yang juga Sekretaris MUI Provinsi Jawa Tengah itu menjelaskan, berdasarkan pengamatanya masih dijumpai di beberapa tempat penyembelihan hewan belum sesuai syariat. “Saya melihat sendiri di Pasar Kobong, ayam tidak disembelih dengan benar, asal disayat leher dan dimasukkan air panas untuk mematikanya,” terangnya.

Masih menurut Multazam, kedepan tidak hanya pelatihan dan praktek penyembelihan hewan qurban (Kambing, Sapi dan Kerbau), namun diluar idul qurban juga pelatihan menyembelih ayam. “Saya berharap kegiatan semacam ini bisa diikuti daerah-daerah lain, PD DMI Kota Semarang bisa menjadi contoh,” pungkasnya. (af/ar).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!