- iklan atas berita -

Metro Times, (purworejo), Rasio elektrifikasi listrik atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik di Kabupaten Purworejo hingga Juli 2017 mencapai 86 persen. Dari total 16 Kecamatan di Kabupaten Purworejo Kecamatan Kaligesing menjadi kecamatan dengan rasio jumlah penduduk yang menikmati listrik paling rendah.

Hal itu mengemuka saat Media Gathering 2017 Silaturahmi PLN Area Magelang Beserta Rayon, yang dilaksanakan disalah satu kedai cafe di Kecamatan Purworejo, Selasa (15/8/2017) siang. Hadir dalam kesempatan itu, Supervisor Teknik Rayon (STR) Purworejo dan Kutoarjo, serta jajaran Humas PT PLN Area Magelang.

“Memang rasio cukup rendah, belum semua masyarakat Purworejo mampu menikmati aliran listrik sendiri,” kata STR Purworejo, Asrori.

Asrori menjelaskan, minimnya jumlah tersbut dikarenakan masih kurangnya sarana dan daya jangkau listrik PLN ke kawasan terpencil di Kabupaten Purworejo. Akibat kekurangan itu banyak masyarakat yang memakai metode salur listrik di beberapa tempat. Hal itu masih menjadi tradisi masyarakat khususnya diwilayah pedesaan.

“Mengatasinya masih banyak yang nyalur tetangga atau rumah saudaranya,” ujarnya.

ads

Pihak PLN menurut Arori, tidak henti-hentinya terus mengupayakan agar masyarakat memiliki saluran listrik tersendiri. Hal itu ia lakukan dengan terus melakukan sosialisasi ke desa-desa dan mealakuan pengupayaan dengan menambah daya jangkau listrik hingga ke pelosok desa.

“Kita sosialisasi ke pemerintah desa, ke desa-desa dan kami juga selalu mengupayakan untuk memberikan pelayanan terbaik. Untuk Agustus ini kita memberi Promo Kemerdekaan sebesar 17 persen untuk pemasangan, bagi masyarakat yang ingin pasang bisa langsung datang ke PLN,” kata dia.

Ditargetkan, pada tahun 2019 seluruh masyarakat Purworejo mampu menikmati aliran listrik sendiri. Hal itu akan terus menjadi program prioritas PLN agar masyarakat Purworejo dapat dialiri listrik seluruhnya. Pihaknya juga berharap agar masyarakat Purworejo yang mampu untuk memasang aliran listrik secara mandiri, tidak tergantung kepada instalasi listrik tetangga.

“Target kita 2019 100 persen. Saat ini pengguna atau pelanggan PLN di Kabupaten Purworejo baru sebesar 211865,” ujarnya.

Pada bagian lain, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk taat membayar tagihan listrik sebelum jatuh tempo. Hal itu untuk menghindari terjadinya tunggakan yang akhirnya akan dilakukan pemutusan. Asrori mengajak masyarakat pelanggan PLN agar membayar tagihan rekening listrik tidak lewat pada tanggal 20 setiap bulannya.

Penyiapan anggaran untuk pembayaran listrik setiap bulannya masih belum menjadi skala prioritas masyarakat. Berdasarkan data PLN, kata dia, kasus tunggakan listrik sering mencapai puncak di setiap akhir semester. Guna menghindari keterlambatan pembayaran rekening listrik, Asrori menyarankan agar pelanggan beralih ke listrik pintar atau prabayar, sehingga konsumen bisa mengukur pemakaian dan tidak berisiko pemutusan arus jika terlambat bayar tagihan rekening listrik.

“Soalnya jika nunggak, biaya kita akan kesulitan mengurusi biaya produksi, untuk satu hari saja, biaya produksi untuk membeli bahan bakar itu sudah habis banyak duit,” tandasnya.(Daniel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!