MetroTimes (Jakarta) – Diaspora Indonesia Hari ini senin (18/05) Melaunching Program Diaspora’s care yang di hadiri Dra.Hj. Ida Fauziyah, M.Si (Menteri Ketenagakerjaan RI), Dino Patti Djalal (Pendiri Kongres Diaspora Indonesia), Sis Apik Wijayanto  (direktur hubungan kelembagaan bni 46), Said Zaidansyah (Indonesia diaspora network (idn) global).

Yang mana program ini adalah kegiatan yang mengumpulkan donasi dari keluarga diaspora di seluruh dunia untuk membantu sodara-sodara kita di tanah air yang terdampak pandemic covid-19 khususnya tenaga kerja yang terkena PHK, Keluarga diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia menunjukan kepedulian untuk meringankan beban yang dialami sodara-sodara kita ditanah air Melalui  program one family to one family.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pandemi covid-19 di nyatakan sebagai pandemic global oleh WHO, sebanyak 216 negara terpapar pandemic ini, termasuk negara-negara maju.

Dampak yang paling terasa adalah terjadinya pelemahan ekonomi dunia, PHK pun tak ter elakkan yang terjadi dimana-mana, angka pengganguran pun melonjak drastic,data kemnaker menunjukan ada lebih dari 1,7jt pekerja yang terdampak pandemic ini baik yg dirumahkan ataupun yang di PHK, Berbagai kebijakan pun di keluarkan pemerintah untuk memperkecil dampak pandemic ini.

Dra.Hj. Ida Fauziyah, M.Si (Menteri Ketenagakerjaan RI) mengatakan “kita patut bersyukur hidup dinegara yang masih sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan, gotong royong adalah semangat yang diwariskan nenek moyang kita dalam menghadapi kesulitan dan ujian” ujarnya.

Ibu Ida Fauziyah menambahkan donasinya sebesar US$ 50 /bulan,dan akan dibagikan secara online, calon donatur akan memilih calon penerima donasi dengan melihat profile calon penerima melalui www.diasporapeduli.id.

Ibu Ida Fauziyah juga Mengucapkan terima kasih kepada fonder Indonesia diaspora network bapak Dino Patti Djalal yang telah mencurahkan ide program ini,semoga sedikitnya 6jt diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia segera berpartisipasi dalam program kemanusian ini.

Dino Patti Djalal (Pendiri Kongres Diaspora Indonesia) meminta masyarakat untuk menjaga kestabilitas ekonomi dan social pada saat dimana vaksin covid19 belum ditemukan, Dino juga menegaskan “program ini dimana pemerintah dan ormas-ormas diaspora menjadi menyambung rejeki,tidak ada satu sen pun yang diambil pemerintah ataupun ormas diaspora,semuanya langsung masuk ke rekening penerima” ujarnya.

 

Keluarga diaspora akan melihat langsung dan memilih langsung keluarga yang dibantunya,ini adalah kebijakan yang inovatif dan mencerminkan solidaritas social. Dan yang jelas elemen-elemennya sudah ada kelompok masyarakat yang punya asset ada yaitu diaspora diluar, kelompok yang paling membutuhkan juga ada,yaitu orang-orang yang masuk dalam daftar pra kerja  ditanah air yang malang nasibnya, systemnya juga ada dibantu oleh BNI.

Mentri Ketenagakerjaan dan Diaspora indonesia mempercayakan kepada Bank BNI untuk menjadi bank mitra utama dalam rangka program diaspora peduli, Bank BNI juga menyatakan kesiapannya dalam membantu program ini seperti yang dikatakan Sis apik wijayanto (direktur hubungan kelembagaan BNI 46) ““Kami juga sangat,sangat,sangat sekali untuk bisa melayani bapak ibu semuanya baik yang akan melakukkan bantuan maupun yang menerima bantuan” ujarnya.

Bank BNI juga memiliki outlet di luar negri sebanyak 6 cabang yaitu singapura,hongkong,Tokyo,seoul,London,newyork,dan di indonesia ada cabang sebanyak 2000.

Sementara itu, Program ini juga melibatkan aktris/anggota diaspora Cinta Laura yang menjadi Icon nya, saat di hubungi via telfon oleh bapak Said zaidansyah (Indonesia diaspora network  global).

Cinta mengungkapkan rasa prihatin dengan rakyat kecil yang terkena dampak covid19 salah satunya tenaga kerja yang di PHK sekitar 3-5 jt orang,

saya sangat mensupport dan sangat bahagia ada program diaspora family to family,karena ini adalah salah satu cara kita sebagai rakyat Indonesia yang tidak tinggal di Indonesia bisa membantu sodara-sodara di tanah air yang terdampak pandemic covid19” kata cinta via telfon

Cinta jg sangat senang karena program ini sangat transparan,donasi dari keluarga diaspora akan langsung diterima oleh keluarga yang terkena PHK jadi tidak melalui organisasi apapun,semuanya transparan,dan itu sangat baik untuk menghindari hal hal negative.

“saya dan keluarga saya juga berpartisipasi  kita akan mendonasikan US$ 50/bulannya sampai  selama mungkin,selama diperlukan’’  ujar cinta.

menurut cinta di luar negri 50 dolars hanya untuk membeli ice cream atau membeli kaos karena biaya hidup disana tinggi oleh karena itu 50 dolars mungkin di indonesia adalah uang yang banyak  yang mungkin bisa di donasikan untuk keluarga yang membutuhkan.

Bapak Said zaidansyah (Indonesia diaspora network global) menghimbau kepada diaspora dimanapun berada marilah tunjukan solidaritas untuk sodara-sodara kita yang terdampak pandemic covid19 khusunya yang terkena phk.

Di akhir pidatonya Bapak Said Zaidansyah memberikan pesan pencegahan.

“Mari Kita cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20detik selalu pakai masker,jaga jarak aman 1-2 meter.dan dirumah aja, tidak mudik, beribadah dirumah, lakukkan semuanya dengan disiplin”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini