Pupuk Langka dan Mahal Petani Mengadu ke DPRD Kendal 

0
354
- iklan atas berita -

 

Metro Times Kendal – Ketua Komisi B DPRD Kendal Dian Alfat Muhammad menilai ada sebuah permasalahan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi terkait adanya petani yang tidak bisa membeli pupuk bersubsidi karena tidak memiliki kartu tani.

 

Hal ini diungkapkan Dian Alfat usai menemui perwakilan petani dari Kecamatan Kangkung yang mengadu ke Ketua DPRD Kendal, terkait kelangkaan dan mahalnya harga pupuk saat ini di Kabupaten Kendal, Rabu (18/1/2021).

 

Dia menghimbau agar petani yang belum memiliki kartu tani bisa meminta form PPL di desanya masing-masing untuk meminta keterangan agar bisa membeli pupuk di pengecer resmi.

 

“Kita juga akan meminta keterangan terkait kuota pupuk subsidi di Kendal yang dikurangi dari pusat, sehingga bisa mengedukasi kepada petani agar menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan,”

 

“Yang jelas memang ada pengurangan dari pusat untuk itulah kita akan mengupayakan edukasi kepada petani agar menggunakan pupuk subsidi dengan sewajarnya dan sesuai dengan kebutuhan yang sudah ada,” sambung Politisi Muda dari PKB tersebut.

 

Sementara itu, Mushlisin salah satu petani dari Desa Sendang Kulon Kecamatan Kangkung dalam audensi mempertanyakan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Kendal.

 

Dikatakan, kelangkaan pupuk kerap terjadi saat memasuki masa tanam, jika pun ada, harganya melambung tinggi hampir dua kali lipat.

 

“Keluhan kami sebagai petani terkait kelangkaan pupuk sudah berulang kali disampaikan. Kita hanya ingin menanyakan distribusi pupuk bersubsidi yang sulit didapatkan, kalau ada malah tidak bersubsidi dan harganya tinggi,” katanya.

 

Selain menanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi petani juga menanyakan mekanisme penjualan, pasalnya memasuki masa tanam kali ini petani wajib menggunakan kartu tani untuk membeli pupuk.

 

“Sekarang harus pakai kartu tani, walaupun ada uang banyak tetapi kalau tidak ada kartu tani tidak akan dilayani. Padahal daftar sudah masuk dalam kebutuhan pupuk, tetapi terkendala karena tidak punya kartu tani,” imbuhnya.

 

Dalam audiensi tersebut DPRD Kendal juga memanggil Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perdagangan untuk menjelaskan data dan distribusi pupuk bersubsidi.

 

Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun mengatakan, perwakilan petani ini menanyakan kelangkaan pupuk dan harga eceran tertingi di tingkat pengecer.

 

“Kita akan melakukan pengecekan dan turun ke lapangan untuk mengetahui stok dan pasokan pupuk di beberapa wilayah. Kita juga akan meminta dinas terkait untuk memberikan data berapa kebutuhan petani dan pasokan yang ada,” jelas Makmun.(Gus)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini