-top ads-

Metro Times (Purworejo) Kemunculan Keraton Agung Sejagad di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menjadi viral di masyarakat setempat maupun di media sosial, lantaran raja keraton tersebut memiliki kekuasaan di seluruh penjuru dunia.

Munculnya kerajaan ini berawal dari acara ritual yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh seseorang yang diklaim menjadi sosok raja dari Keraton Agung Sejagad pada, Jumat (10/1), di Desa Pogung Jurutengah.

Kelompok ini muncul ditandai dengan bangunan semacam keraton (pendopo) yang belum selesai dibangun. Di sebelah utara pendopo, ada sebuah sendang (kolam) yang keberadaannya sangat disakralkan.

Di lokasi tersebut, juga ada sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, dimana pada bagian kiri prasasti ada tanda dua telapak kaki, di bagian kanan ada semacam simbol. Prasasti ini disebut dengan Prasasti I Bumi Mataram.

Sebuah batu dengan ukiran jawa yang diklaim menjadi prasasti Keraton Agung Sejagad di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Totok Santosa Hadiningrat. Pria paruh baya yang mengaku sebagai Sinuwun (sebutan raja oleh masyarakat jawa) dari keraton tersebut mengklaim, keberadaan mereka untuk meneruskan janji Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan pemersatu dunia.

“Keberadaan kami adalah menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit sejak tahun 1518, sampai tahun 2018. Acara Wilujengan Keraton Agung ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa,” katanya.

Perjanjian ini dilaksanakan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang-orang barat di Malaka pada tahun 1518. Menurutnya, setelah perjanjian tersebut berakhir, kekuasaan harus dikembalikan ke tanah Jawa.

“Sudah saatnya kekuasaaan agung yaitu Bangsa Jawa membawa zaman yang penuh kesengsaraan dan perbudakan ke zaman penuh kemuliaan. Seluruh umat manusia akan dibebaskan dari perbudakan global yang dijalankan oleh sistem jahat yang disebut Bank Central,” katanya.

Totok, yang mengaku memiliki trah Wangsa Sanjaya ini menjelaskan, kerajaan ini akan memperbaiki kemerosotan sistem dunia yang meliputi sistem kedaulatan, sistem bernegara dan sistem pemerintahan.

“Pola pikir ini meliputi bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan militer yang akan kita benahi,” ujar Totok.

Totok juga mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia. Dan tatanan terbesar di dunia ini adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik.

Keraton Agung Sejagad, menurut Totok, juga memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu united nation, serta memiliki International court of justice dan defense council.

“Dan, pentagon adalah Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagad, bukan milik Amerika,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here