Oleh Yanes Yosua Frans
( RELAWAN JOKOWI )

Serahkanlah segala sesuatu perkara kepada Ahlinya. Karena pada kenyataannya, banyak Ahli ternyata tidak Ahli, kalau toh ternyata ada Ahli tetapi keahliannya diperuntukkan hanya pada hal hal yang menyangkut “wani piro” atau “dibayar berapa”, maka tentu beberapa perkara tidaklah terlalu perlu untuk diserahlan kepada Ahli seperti ini, karena ternyata kriteria pemberian keahlian kepada seseorang di zaman edan ala Ronggowarsito ini, berbeda dengan Ahli Yang Sesungguhnya.

Menyangkut KONSTITUSI hanya ARISTOTELES yang menurut saya, merupakan AHLI SESUNGGUHNYA. Tentu dia pun banyak belajar dari Atasannya PLATO dan SOCRATES.
Saya tidak meragukan keahlian para AHLI lainnya sejauh mereka menunjukkan komitmennya yang konsisten pada ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS dan AKSIOLOGIS Ilmu yang dikuasainya.

Betul sekali bahwa Para Ahli (yang saya lecehkan) memang sudah melewati kerangka berfikir ilmiah yang menggunakan prinsip LOGICO HYPOTHETICO VERIFIKATIF yakni via PERUMUSAN MASALAH, PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR DALAM PENGAJUAN HIPOTESIS, PERUMUSAN HIPOTESIS, PENGUJIAN HIPOTETIS DAN PENARIKAN KESIMPULAN, sehingga karya si Ahli tersebut memang ILMIAH.

Namun mental dan moral Ahli tersebut tidak terlihat dari Ilmu yang dia miliki yakni ILMU SEBAGAI ASAS MORAL, karena melakukan sesuatu kegiatan atau suatu perkara HANYA BERDASARKAN PESAN PENGUASA, inilah yang saya sebut AHLI PELACUR.

Jacob Sumardjo mengatakan LEBIH BAIK MENJADI ORANG BENAR MESKI TIDAK PINTAR , TENTU LEBIH BAIK LAGI ORANG BENAR ITU JUGA ORANG PINTAR, DARIPADA JADI ORANG PINTAR TETAPI TIDAK BENAR.
DI INDONESIA INI, KIAN BANYAK ORANG TIDAK BENAR SEKALIGUS TIDAK PINTAR. Beliau melanjutkan bahwa TRAGEDI BANGSA INDONESIA ADALAH BANYAK ORANG PINTAR TIDAK BENAR DAN BANYAK ORANG TIDAK BENAR YANG TIDAK PINTAR.

Menurut saya apa yang dikemukan oleh tuan Yacob Sumardjo benar adanya. Para Koruptor atau Para Maling Uang Negara itu adalah orang pintar atau Ahli atau Ilmuan yang tidak benar.

Loh BAHAS KONSTITUSI nya kapan bos.
Hahahahaha Pencerahan itu juga baik.
Bukankah semua orang sudah tahu apa itu KONSTITUSI? Tetapi barangkali ada pemahaman sebagian orang yang keliru atau belum benar tentang Konstitusi, makanya SANA SINI KONSTITUSI hanya menulis apa yang benar tentang Kontitusi.

Konstitusi itu POLITEA dan NOMOI. Itu Fahamnya tuan besar ARISTOTELES.

POLITEA itu Konstitusi.
NOMOI adalah Undang Undang biasa.
Politea lebih tinggi derajatnya dari Nomoi.
Politea itu Kekuasaan, Nomoi tidak.
Raja satu satunya Pembuat Undang Undang.
Makanya dari Yunani menyebar ke Inggeris dan Prancis, sehingga muncul istilah THE KING CAN DO KNOW WRONG dan LET’T IS MOI ( Raja tidak bisa salah).

Konstitusi di YUNANI dikenal dengan nama RESBLICA CONSTITUARE, sehingga muncullah senuah semboyan “PRINSEP LEGIBUS SOLUTUS EST, SALUS PUBLICA SUPREMA LEX”(Raja yang berhak menentukan organisasi atau struktur NEGARA karena dia satu satunya PEMBUAT UNDANG UNDANG).

KONSTITUSI atau CONSTITUTION atau VERFASUNG itu beda dari UNDANG UNDANG DASAR atau GRUNDGESETZ.
KONSTITUSI YANG DITULIS ITULAH UNDANG UNDANG DASAR…
Artinya masih ada konstitusi yang belum ditulis.
Sehingga Konstitusi memiliki arti yang lebih luas dari UUD.

Tuan HERMAN HELLER membagi Konstitusi dalam 3 pengertian :
1. Konstitusi itu masih pengertian SOSIOLOGIS atau POLITIS bukan pengertian HUKUM.
2. Konstitusi dalam pengertian HUKUM.
3. Konstitusi dalam pengertian suatu UNDANG UNDANG YANG TERTINGGI atau UNDANG UNDANG DASAR atau SEBAGIAN KONSTITUSI YANG DITULIS.

Tuan SCHMITT bahkan membagi pengertian Konstitusi menjadi 4 pengertian :
1. Konstitusi dalam arti ABSOLUT ( ABSOLUTER VERFASSUNGSBEGRIFF ).
2. Konstitusi dalam arti RELATIF ( RELATIFER VERFASSUNGSBEGRIFF ).
3. Konstitusi dalam arti POSITIF ( DER POSITIVE VERFASSUNGSGEGRIFF ).
4. Konstitusi dalam arti IDEAL ( IDEALBEGRIFF DER VERFASSUNG ).

Para Ahli Hukum pasti mengenal tuan Herman Heller dan tuan Schmitt.
Mereka mungkin lebih pintar dari kedua orang ini, tapi jika kepintaran mereka hanya untuk MENIPU, MENCURI dan MENCELAKAKAN ORANG LAIN, maka bagi saya, mereka itu lebih bodoh dari orang yang paling bodoh.

Pintar eee nasuk Penjara karena KORUPSI. Pintar eee ijazahnya palsu karena ingin jadi Anggota DPR, akhirnya BUI.Itulah sebabnya, untuk mencari orang Pintar yang Benar di INDONESIA ini membutuhkan suatu program mega besar, dan Program itu punya nama REVOLUSI MENTAL.
Omong kosong dengan kepintaranmu, karena di otakmu telah terpatri sistim nilai yang salah.
Engkau itu PRODUK ANIMALE LABORAN yang telah rusak mentalnya karena PERNAH DIPIMPIN OLEH PEMIMPIN BODOH YANG TIDAK BENAR DAN TETAP SOK TAHU DENGAN CARA YANG KEJAM DAN BENGIS.

JOKOWI HADIR DI RI UNTUK MENJADIKAN BANYAK ORANG PINTAR MENJADI ORANG BENAR.
MENGAPA ENGKAU WAHAI MANUSIA INDONESIA YANG SELALU INGIN BIKIN KACAU DI REPUBLIK INI.
PERSETAN DENGAN ENGKAU PUNYA TEORI TEORI ABUNAWAS OMONG KOSONG YANG SESAT, YANG SELALU BERMUSUHAN DENGAN JOKOWI, PADAHAL JOKOWI SEMENTARA MENJALANKAN AMANAT KONSTITUSI ITU DENGAN BAIK DAN BENAR, AGAR ENGKAU PUNYA KEBEBALAN ITU SIRNA DAN TERCAPAILAH TUJUAN BERBANGSA DAN BERNEGARA.
ENGKAU MEMFITNAH JOKOWI BAGAIKAN SEORANG BENAR YANG PINTAR, PADAHAL ENGKAU ITU SEORANG GOBLOK YANG JAHAT.

Loh, kok sana sini tentang Konstitusi, tetapi orang jahatpun terkena semprotan obat nyamuk BAYGON?
Itulah gaya penulisan SEORANG RELAWAN JOKOWI. Hal mana setiap kata dan kalimatnya pasti singgung tentang ORANG PINTAR DAN BENAR SEPERTI JOKOWI yang diharapkan menjadi Teladan dan bahkan sudah diteladani oleh banyak Pejabat.
Kalau ENGKAU, wah cocok dengan istilah SOK PINTAR DAN BENAR tapi faktanya BODOH DAN BEBAL.

Ngomong ngomong apakah Konstitusi bisa dirubah?

Konstitusi itu merupakan hasil karya yang bersifat KOMPROMISTIS dan bisa terjadi Ahli yang menyusunnya memiliki keahlian yang terbatas. Apalagi misalnya orang orang yang membuat Konstitusi (KONSTITUANTE) itu terdiri dari manusia yang tidak benar, rusaklah Konstitusi itu. Makanya perlu sekali orang pintar dan benar ada di Konstituante itu. Dinamika masyarakatpun merupakan suatu alasan untuk bisa merubah Konstitusi itu kearah yang pas.
Konstitusi tidak akan sanggup mengatasi permasalahan ratusan tahun atau lebih, sehingga tidak melanggar hukum untuk bisa memperbaiki atau bahkan merubah konstitusi sejauh bermanfaat bagi The Nation atau The Nation State atau The State nya.

 

Indonesia punya Konstitusi itu namanya UUD 1945, ada sejarahnya atau ada pasang surutnya dia punya eksistensi. Sudah ada empat periode untuk tiga macam UUD :
1. Periode 18 Agustus 1945- 27 Desember 1949.
2. Periode 26 Desember 1949- 17 Agustus 1950.
3. Periode 17 Agustus 1950- 5 Juli 1959.
4. Periode 5 Juli 1959- sekarang dan setelah Reformasi Era ada addendum.

Penjelasan tentang hal ini tidak perlu.
Yang perlu adalah kita harus mengetahui tentang azas yang dianut oleh UUD1945 :
1. Azas Pancasila.
2. Azas Kekeluargaan.
3. Azas Kedaulatan Rakyat.
4. Azas Pembagian Kekuasaan.
5. Azas Negara Hukum.

Jadi, Konstitusi Yang Tertulis itu tidak abadi.
Lalu, selama tidak ada perubahan, kita bertindak tidak konstitusional, maka sebagai the Rechtstaat, kita bisa dipaksa mendiami hotel pordeo yang dihuni kakarlaak alias coro dan nyamuk dan semut serta sedikit cucurut atau anak tikus.
Seorang yang dijuluki TIKUS GOT sebenarnya PELANGGAR KONSTITUSI BERAT.
Banyak Pejabat di RI merupakan TIKUS GOT karena mereka melakukan GREEDY CORRUPTION (KORUPSI KARENA KERAKUSAN).

Tuan Profesor Filsafat Berling pernah berucap “AWAL PENGETAHUAN DIMULAI DARI RASA HERAN”, ternyata Berling mengadopsi SOCRATES yang berucap “WISDOM BEGINS IN WONDER”, dan sayapun karena KEHERANAN YANG SANGAT TENTANG KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DI INDONESIA YANG MULAI KEHILANGAN NASIONALISMENYA BURU BURU MENULIS DI STATUS FACEBOOK KU TENTANG “SANA SINI TENTANG KONSTITUSI” DENGAN MAKSUD “Pemerintahan JOKOWI JK tidak usah kuatir atas ulah BEGUNDEL BEGUNDEL, MAHLUK MAHLUK yang ingin MERONGRONG , MELEMAHKAN BAHKAN MENJATUHKAN ASAL JOKOWI TAAT KONSTITUSI”.

Dengan mengemukakan GO TO HELL WITH THE DEVIL : STUPED POLITICAL CALCULATION, STUPED CHARACTER ASSASINATION AND STUPED EVEN FUCKING COMMENTS OF JOKOWI.
Maka, see you next time.

#vivankri
#vivajokowi
#vivamegawati
#vivaahok
#vivarelawanjokowi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini