Sekjend MUI Resmikan TokoMu Mina Sari Dengan Nilai Investasi Rp 2.3 Milyar

0
57
- iklan atas berita -

 

Metro Times (Kendal) Majelis Ekonomi Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal mendirikan Toko Muhammadiyah (TokoMu) Mina Sari dengan nilai investasi sebesar Rp 2.3 milyar.

Launching TokoMu Mina Sari di Jalan Pemuda Kendal, dilakukan setelah minimarket tersebut diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Sekjen MUI, Dr.H Anwar Abbas, MM,MAg, minggu (16/2/2020).

“Pendirian TokoMu ini digagas oleh MEK PDM Kendal dan ke depan MEK Kendal berencana mendirikan 33 minimarket serupa,” kata Anwar Abbas.

Rencana pendirian 33 minimarket yang dimotori MEK PDM Kendal menurut Anwar, tentu akan meningkatkan kesejahteraan PDM Kendal dan sekaligus menjadi suri tauladan bagi PDM-PDM se-Indonesia. “Saya berharap PDM se-Indonesia bisa mencontoh PDM Kendal, sehingga nantinya bisa kita buatkan jaringan TokoMu seluruh Indonesia dengan satu distributor,” kata Anwar Abbas.

Acara peresmian TokoMu Mina Sari tersebut juga dihadiri Ketua MEK PWM Jawa Tengah, Dr.H Haeruddin, SE,MT, Bupati Kendal, dr Mirna Annisa MSi beserta jajaran Forkopimda dan waga Muhammadiyah Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam sambutan singkatnya mengaku sangat mengapresiasi dengan dibangunnya toko Mina Sari, karena dapat ikut membantu perekonomian di Kabupaten Kendal.

“Semoga dengan diresmikannya toko Mina Sari, dapat bermanfaat bagi warga Muhammadiyah dan bagi masyarakat kabupaten Kendal,” ucap Mirna.

Sementara itu, Ketua MEK PWM Jawa Tengah, Haeruddin, dalam sambutannya mengatakan, untuk mengimplementasikan pilar ketiga ekonomi Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PW Muhammadiyah Jawa Tengah mengintegrasikan segala potensi kekuatan ekonomi berbasis jejaring yang ada di kabupaten dan kota.

“Implementasi ini tidak lepas dari besarnya potensi ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” tuturnya.

Haerudin menambahkan, Muhammadiyah akan fokus dalam mensinergikan pengembangan bisnis disektor riil dan keuangan. Identifikasi dan data base sektor – sektor riil di Jawa Tengah antar kabupaten dan kota madya perlu dibuat khusus agar memudahkan dalam mengembangkan program perioritas bisnis.

“Potensi ekonomi Muhammadiyah di Jawa Tengah sangat besar diberbagai sektor, untuk mengintegrasikan itu kita harus mendukung inisiatif terbentuknya asosiasi JSM dibidang jasa dan kontruksi, sektor riil, agrobisnis dan bidang lainnya,” ucapnya.

Dengan demikian diharapkan JSM akan langsung bergerak dalam bersinergi dalam membangun ekonomi Muhammadiyah serta pembangunan daerah dengan bersinergi dengan pemerintah daerah.(Gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here