Metro Times (Semarang) Suasana berbeda terlihat di Jalan Pergiwati 1 Nomor 19, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, Rabu, 28 Juli 2021, pagi itu. Jalan yang biasanya nampak lengang saat PPKM, mendadak ramai dipenuhi wanita paruh baya.

Usut punya usut, ternyata mereka adalah para janda tua. Ada sekitar 60 orang tampak duduk beralaskan tikar berjarak 1 meter dan bermasker, sambil berjemur bersama sejak pukul 07.30 waktu setempat, di depan rumah tersebut.

SWAFOTO: Para Nakes RSUD Wongsonegoro Semarang, berswafoto bersama usai pemberian bantuan kepada para janda lanjut usia didampingi LBH Petir, di Jalan Pergiwati 1 Nomor 19 Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, Rabu (28/07/2021)

Mbah Darmi, salah satu dari mereka, saat ditanya mengaku sedang menunggu buah kebaikan dari tangan-tangan derma, yang berasal dari RSUD Wongsonegoro Semarang.

Terlihat juga, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Penyambung Titipan Rakyat (LBH Petir) Jateng, Zainal Abidin Petir, yang mendampingi para janda tua tersebut.

Saat itu Ia menyahut awak media, mengatakan, sedang mendampingi para janda lanjut usia, menunggu kedatangan rombongan RSUD Wongsonegoro Semarang yang akan memberikan bantuan sembako.

Tak lama setelah itu, sekira pukul 08.15 waktu setempat, dokter Susi Herawati MKes, yang merupakan direktur di RSUD Wongsonegoro didampingi Wakil Direktur, dokter Lia dan rombongan tiba di lokasi.

Interaksi antara para janda lanjut usia, aktivis dari LBH Petir, dan para dermawan pun dimulai. Tak ada sedikitpun prokes yang dilonggarkan, meski terlihat komunikasi yang penuh canda tawa itu.

Gelak tawa dimulai saat Mbah Darmi, menjawab sahutan dari Zainal Petir, dan berkata bahwa Ia lebih senang diberi beras dan uang daripada mendapatkan suami muda dan rupawan.

“Mbah, pingin sembako nopo bojo ganteng sing enom?” tanya Zainal Petir.

“Kula nggih milih sembako mawon, plong rasane, saged kangge maem,” jawab Mbah Darmi lugu, disambut tawa riang peserta lain.

Pemberian sembako secara tertib kemudian dilanjutkan, dipimpin langsung oleh Dokter Susi. Satu persatu, mendapatkan jatah satu paket sembako dan uang tali asih masing-masing Rp.100 ribu.

Disela-sela kegiatan, dr Susi, mengungkapkan, acara ini merupakan aksi peduli sosial dari tenaga kesehatan Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang. Sungguh mulia, ditengah kesibukan dan tekanan kerja para nakes masih menaruh perhatian pada nasib wong pinggiran.

“Dana ini iuran dari teman-teman tenaga kesehatan di lingkungan RS Wongsonegoro. Kami memberikan kepada eyang janda-janda sepuh di sini. Sesuai arahan Wali Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi agar bergerak bersama untuk membantu masyarakat di saat pandemi covid-19,” jelas dokter Susi.

Bantuan sebanyak 200 paket sembako, selain diberikan pada janda tua, juga ditujukan untuk tukang pungut sampah, tukang parkir, dan abang becak di kawasan Pasar Surtikanti, Bulu Lor, Semarang Utara.

Sementara itu, Zainal Petir, pihaknya selaku pegiat hukum, mengapresiasi uluran hati dari teman-teman nakes RS Wongsonegoro Semarang. Menurutnya, aksi itu patut dicontoh oleh semua kalangan, khususnya bagi pemegang kebijakan.

“Ini perlu ditiru pejabat negara lain, jangan sibuk pencitraan saja tapi langsung temui rakyat,” ujar Zainal Petir yang juga Komisioner Komisi Informasi Jateng ini.

Zainal Petir menambahkan, LBH Petir akan selalu konsen pada pendampingan rakyat miskin dan advokasi kebijakan publik.(shp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini