- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Jajaran Polresta Magelang berhasil menangkap kurir narkoba jenis sabu-sabu berskala besar dan lingkup nasional (Aceh – Jawa). Total berat barang bukti sabu-sabu yang diamankan adalah 2.7 kilogram.

Cukup besarnya barang bukti yang ditemukan, Kapolda Jateng Irjen pol Drs Ahmad Luthfi, S.H., S.ST., MK, menyempatkan hadir memimpin konferensi pers yang dilakukan di Mapolresta Magelang, Selasa (21/05).

Dalam konferensi pers tersebut Kapolda mengatakan, pengungkapan itu merupakan target Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Magelang. Tersangka adalah Ongki Wijaya Saputra (38) karyawan sebuah BUMN. Pelaku ber-KTP yang beralamat di Kampung Kwayuhan Rt 06, Rw 08, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, tetapi berdomisili di Dusun Malangan II Rt 30, Rw 13, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang

“Dia ini anggota jaringan antar provinsi Jawa – Aceh,” ujar Kapolda Jateng.

Kapolda menjelaskan, awalnya Polisi mendapat informasi ada transaksi narkoba yang jumlahnya besar di Jawa Tengah, pada 3 Mei 2024. Tercium, di Magelang ada bandar narkoba jenis sabu. Dari informasi tersebut anggota reserse melakukan penelusuran.

ads

Awal mula diketahui, ketika itu pelaku ada di wilayah Yogyakarta, kemudian dilakukan pembuntutan.

“Berdasarkan beberapa bukti dan petunjuk, dilakukanlah penangkapan dan penggeledahan di rumahnya,” kata Kapolda.

Dalam satu minggu berhasil diungkap barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,7 kilogram. Dari pengakuan, tersangka melakukan komunikasi dengan bandar besar, tetapi dengan cara jaringan putus. Dalam setiap aksinya menjadi kurir, tersangka mendapat upah Rp 10 juta.

Menurut Kapolda, tersangka mengaku sudah menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 25 kilogram.

“Ini baru keterangan dari tersangka dan sepihak. Namun kami akan terus mendalami terkait pengakuan tersebut,” terangnya

Dari barang bukti sebanyak 2,7 kilogram itu, masih menurut Kapolda, kalau dihitung dampaknya bisa menyelamatkan 13 ribu jiwa manusia. Sementara kalau dikalkulasikan dengan harganya sekitar Rp 5 miliar.

Ditambahkannya, jelas Kapolda Jateng, Polda Jateng telah berupaya memberantas narkoba melalui beberapa cara. Antara lain membentuk satgas bersih narkoba. Sasarannya pengedar, maupun bandar. Juga sudah ada 75 kampung tangguh bersih narkoba.

“Dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat yang bebas narkoba,” jelasnya.

Selebihnya Kapolda Jateng mengajak warga masyarakat untuk memerangi narkoba dengan upaya preventif.

“Hasil interogasi hari ini, tersangka sudah menjadi kurir sabu-sabu sejak 2015. Tersangka mengaku di tahun ini sudah menjadi kurir sabu-sabu 25 kilogram. Maka akan ditelisik telah dipasarkan ke mana saja. Kami akan melakukan penegakan hukum untuk bandar dan pengedar,” tegasnya.

Sementara itu Kapolresta Magelang melalui Kasat Narkoba, AKP Edy Sukamto Nyoto, menambahkan, tersangka bekerjanya tidak hanya di wilayah Magelang. Pengedaran narkobanya tidak hanya di Jateng. Sebelum ditangkap, tersangka ada di wilayah Yogyakarta. Karena kami mengikuti dari Yogyakarta.

Setelah dibuntuti sampai akhirnya tersangka pulang ke rumah istrinya, di Secang, Kabupaten Magelang. Ketika didatangi polisi, ternyata tersangka sedang memakai sabu.

“Dia kaget. Tetapi ketika ditanya mana barang buktinya, dia kooperatif,” jelasnya.

Tersangka tidak melakukan perlawanan. Malah menunjukkan barang buktinya disimpan di almari.

Dijelaskan, tersangka ditangkap pada Jumat 10 Mei 2024. Namun kami membuntuti sejak dua atau tiga minggu sebelumnya.

Menurut pengakuan tersangka kepada polisi, dia merasa diikat oleh bandar di atasnya. Tersangka memiliki hutang Rp 200 juta kepada bandar. Maka harus mau menjadi kurir untuk melunasinya.

“Tersangka mengaku, setiap berhasil menaruh barang bagi pembeli, ia mendapat upah sebanyak Rp 10 juta, namun oleh bandar dipotong untuk mengangsur hutangnya,” tutupnya.

Atas kasus ini, tersangka terancam hukuman mati atau seumur hidup. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!