- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Dalam upaya mempercepat penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Surabaya, Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan program inovatif bertajuk CERDAS-TB (Chest Early Radiographic Detection and Active Screening). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran, Kecamatan Bulak, pada Sabtu (11/04/2026).

Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan deteksi TBC di layanan kesehatan primer, di mana banyak kasus tidak terdiagnosa akibat gejala awal yang tidak spesifik serta keterbatasan akses terhadap interpretasi hasil rontgen yang cepat dan akurat.

Deteksi Dini dengan Teknologi Portabel dan Kecerdasan Buatan (AI)

ads

Ketua Departemen Radiologi FK UNAIR, Dr. dr. Widiana Ferriastuti, Sp.Rad, Subsp.NKL (K), menjelaskan bahwa CERDAS-TB menggabungkan penggunaan perangkat rontgen portabel dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Teknologi ini memungkinkan skrining dilakukan secara massal dan langsung di tengah masyarakat tanpa pasien harus mendatangi fasilitas radiologi besar.

“Kami melakukan deteksi dini memakai foto thorax dan AI. Teknologi yang kami gabungkan ini harapannya dapat mendeteksi kasus lebih awal, bahkan pada pasien tanpa gejala, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan dapat dicegah,” ujar dr. Widiana.

Sasaran utama dalam kegiatan ini meliputi kelompok risiko tinggi, di antaranya: Kontak erat pasien TBC aktif, Lansia, Perokok, Individu dengan kondisi immunocompromised (daya tahan tubuh rendah), dan Masyarakat dengan keluhan gangguan pernapasan.

Sinergi AI dan Validasi Medis Ahli

Meskipun menggunakan teknologi AI untuk menyaring kelainan pada paru-paru secara cepat, keakuratan diagnosa tetap menjadi prioritas utama. dr. M. Hidayat Surya Atmaja, Sp.Rad, Subsp.Abd(K), Ketua Cabang VIII Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI), menekankan pentingnya peran dokter spesialis dalam proses ini.

“AI berfungsi sebagai alat bantu untuk menyaring kelainan dalam suatu komunitas secara massal. Hasil yang ditangkap oleh AI kemudian divalidasi langsung oleh dokter spesialis radiologi UNAIR untuk meminimalkan risiko false positive maupun false negative,” jelas dr. Hidayat.

Secara teknis, AI akan mendeteksi area “kesuraman” atau bercak putih pada bagian apex (atas) paru-paru yang menjadi ciri khas infeksi TBC. Jika ditemukan abnormalitas, sistem akan memberikan notifikasi untuk segera ditindaklanjuti oleh tim medis.

Dukungan Pemerintah Kota Surabaya dan Sanksi bagi Pelanggar Pengobatan

Pemerintah Kota Surabaya menyambut baik terobosan ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya hingga Maret 2026, telah dilakukan skrining terhadap 11.000 warga dari target 61.624 orang. Hasilnya, sekitar 2.000 warga di usia produktif terdeteksi positif TBC.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, KB, dan Keluarga Sejahtera DP3APPKB Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, M.Kes., menegaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Penanggulangan TB yang ketat.

“Apabila ada warga positif TBC dan enggan berobat, terdapat sanksi berupa penangguhan fasilitas dari Pemkot, mulai dari layanan kependudukan hingga bantuan sosial. Hal ini dilakukan demi membangun kesadaran agar pasien tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain,” tegas dr. Atiek.

Edukasi Masyarakat: Kunci Memutus Rantai Penularan

Selain pemeriksaan fisik, program CERDAS-TB juga memberikan edukasi komprehensif mengenai gejala TBC. Masyarakat diimbau waspada jika mengalami batuk selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, serta demam pada malam hari.

Mengingat TBC dapat menyebar melalui aliran darah ke organ lain seperti otak dan menyebabkan kematian, kolaborasi antara akademisi Radiologi FK UNAIR, puskesmas, dan pemerintah melalui program seperti CERDAS-TB diharapkan dapat mewujudkan target Indonesia Bebas TBC serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!