- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Jatuhnya dua korban jiwa dalam insiden yang kembali dikaitkan dengan aktivitas pabrik semen IMASCO memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Tekanan publik kini menguat, menuntut penghentian operasional perusahaan yang dinilai telah berulang kali menimbulkan risiko serius bagi warga.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa. Ia menilai, keselamatan masyarakat telah berada pada titik rawan.

“Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini peringatan keras. Aktivitas IMASCO harus dihentikan sebelum ada korban berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai keluhan dan peringatan yang telah disampaikan masyarakat selama ini tidak direspons secara memadai. Ia menilai pemerintah harus segera turun tangan dengan langkah konkret, bukan sekadar evaluasi administratif.

ads

Sikap serupa disampaikan Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto. Ia memastikan pihaknya siap mengawal tuntutan masyarakat hingga ada keputusan tegas dari otoritas terkait.

“Kami tidak ingin tragedi ini terulang. Jika tidak ada tindakan nyata, gerakan massa akan terus membesar,” tegasnya.

Desakan penutupan IMASCO kini datang dari berbagai arah. Aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar kawasan operasional pabrik menilai pemerintah tidak boleh lagi menunda langkah strategis untuk melindungi keselamatan publik.

Hingga saat ini, pihak IMASCO belum menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden terbaru tersebut. Ketiadaan respons ini justru memperkuat kekecewaan publik.

Peristiwa ini menjadi titik balik yang memperjelas satu hal: keselamatan warga kini menjadi taruhan. Pemerintah dihadapkan pada pilihan mendesak—bertindak cepat atau menghadapi risiko jatuhnya korban berikutnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!