
- iklan atas berita -
Metro Times (Semarang) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang, Muhammad Mahsun menyatakan optimis dengan tren positif partainya.
Sebab, menurutnya, tren positif PKB sudah nampak dari terpenuhinya kuota perempuan hingga minat warga yang mendaftar sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) melalui partai yang didirikan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
“Terkait dengan keterwakilan perempuan yang ada 42 persen ada di dapil 2, yaitu; Genuk, Gayamsari, Pedurungan,” ungkapnya seusai mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Sabtu (13/5).
Menurut Mahsun, PKB tidak hanya sebatas memenuhi kuota perempuan. Namun, ia sebut perempuan memiliki peluang untuk mendapatkan kembali kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Semarang yang hilang.
“Peluangnya calon perempuan karena ini sangat banyak ya, saya kira sangat terbuka, dan mereka hampir semuanya potensial untuk kembali bisa berbicara. Kan juga dulu PKB sudah pernah ada anggota legislatif perempuan dan meraih suara terbanyak juga waktu itu,” ungkapnya.
Tren positif PKB, lanjutnya, juga terlihat dari antusias warga NU yang ingin menjadi wakil rakyat melalui PKB.
“Kemudian yang non kader itu lumayan banyak ya, mungkin sekitar 20an persen dari non kader (PKB) masuk (Bacaleg),” ungkapnya.
“Nah, bagaimana alasannya macam-macam ya, salah satunya dari pengaruh NU yang dinilai sebagai ormas terbesar tapi moderat, yang kemudian mereka merasa nyamanlah, dan karena PKB ini didirikan oleh NU, dan menjadi representasi perjuangan politik NU. Mereka banyak yang tertarik sehingga menjadi salah satu alasan untuk memilih PKB,” urainya.
Selain dari kalangan kader PKB dan NU, Mahsun menyebut ada warga etnis Tionghoa juga ada yang berminat.
“Yang Tionghoa sudah ada prospek waktu itu, tapi belakangan kok belum mengumpulkan syarat-syarat sehingga kita isi kader-kader yang serius,” ungkapnya.
Bahkan, PKB Kota Semarang juga hampir memiliki caleg non muslim, namun, lanjutnya, sampai terakhir pemberkasan secara internal, belum ada yang mengembalikan berkas.
“Meskipun ada tanda-tanda waktu itu, kita secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat, silahkan kalau mau berkiprah di PKB meskipun non muslim karena PKB itu adalah partai terbuka,” ujarnya.
Mahsun membeberkan, di berbagai daerah, termasuk di DPP PKB sendiri, fungsionaris dan anggota DPR RInya juga ada beberapa yang non muslim. Seperti di daerah-daerah NTT, Papua, dan Maluku Utara itu bahkan mayoritas yang non muslim.
“Nantinya kalau memang serius masih terbuka peluang sampai tanggal 8 atau 9 Juli 2023 untuk perbaikan-perbaikan sehingga bisa kita ikutkan kalau memang serius. Kemudian yang mualaf, ada seorang yang bergabung,” paparnya. (af).