MetroTimes (Jakarta) – Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan pameran Indo Beauty Expo, K Beauty Expo Indonesia dan IndoHealthcare & INA Shop Expo 2022 yang akan digelar secara offline. Pameran ini akan diselenggarakan pada tanggal 25-27 Agustus 2022 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta.

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D Salim

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D Salim menyampaikan saat mengadakan Press Conference melalui Zoom, Diadakan khususnya Indo Beauty Expo, K Beauty Expo Indonesia dan IndoHealthcare & INA Shop Expo ini sudah 15 kali. Dan nanti tanggal 25 – 27 Agustus 2022 di hall yang lain itu ada pameran yang diadakan Krista Exhibitions itu untuk industri Alasan Kaki, Produk Kulit, Mesin Teknologi Manufaktur, Bahan dan Layanan. Jadi di tanggal yang sama diadakan pameran Indo Leather & Footwear Expo 2022 dan Indo Beauty, K Beauty Expo, dan Indo Health Care Expo 2022.

Ia melanjutkan, Dan hari ini kita membahas Industri Kecantikan, Industri Kosmetik, yang kalau kita lihat animonya sangat bagus. Pada tahun ini 2022 seperti tema Dirgahayu Indonesia “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Juga untuk industri kosmetika Indonesia, bahwa dari 120 perusahaan yang ikut pada tanggal 25 – 27 Agustus ini 30nya adalah perusahaan UMK terutama produk dalam negeri.

Para peserta yang bergabung menampilkan berbagai kategori produk dan peralatan di bidang kecantikan dan kesehatan secara global. Mulai dari perawatan kulit, make up, perawatan rambut, spa & wellness, farmasi & kedokteran, pengobatan tradisional, berbagai mesin produksi dan pengemasan produk, hingga estetika.

“Kita harus tahu bahwa produk-produk kosmetika terutama dari negara-negara tetangga seperti di Korea, bahwa mereka sangat kreatif, sangat agresif untuk masuk ke pasar Indonesia. Dan kita tidak boleh kalah, kita bisa belajar dari mereka juga,” terang Daud

Dan di pameran ini ada 50 perusahaan dari Korea yang akan hadir di tanggal 25 – 27 Agustus untuk mencari Partners Indonesia dan kita bisa memanfaatkan juga untuk bisa memproduksi di dalam negeri, atau kita juga bisa transfer teknologi, karena kalau kita lihat mereka memanfaatkan setiap ingredients ingredients yang dari Indonesia baik itu mulai dari skincares, hand care nya sampai semua produk parfum. Semua akan ditampilkan termasuk inggridien bahan baku untuk kecantikan.

Menurut Daud, bahwa industri kecantikan kita ini sangat berpotensi sekali, dengan penduduk Indonesia yang sebegitu besar, Indonesia harus memiliki produk-produk unggulan baik dari setiap hand carenya, baik itu skin carenya. Apalagi menjelang tahun 2024, bahwa semua produk medica diwajibkan halal.

Pameran Indo Beauty Expo-K Beauty & Indo Healthcare Expo 2022 yang telah
diselenggarakan ke 12 kalinya digelar secara offline sehingga para pengunjung dapat bertemu secara langsung B2B dan mencari solusi terkait kebutuhan bisnis. Pameran Indo Beauty Expo-K Beauty & Indo Healthcare Expo 2022 ini akan diselenggarakan bersamaan dengan INA Shop Expo 2022 yaitu Pameran Internasional yang telah diselenggarakan ke-5 kalinya untuk Peralatan & Teknologi Ritel.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D Salim menargetkan dapat menghadirkan 5.000 pengunjung selama tiga hari yang dapat menikmati beragam program menarik seperti Demo dan Presentasi kecantikan dengan tema Asian Master & Skineralism dan Brand presentation / Exclusive Model Interview oleh KINTEX, Demo kecantikan Hair Stylig
+ Makeup trend oleh TIARA KUSUMA, dan Demo kecantikan oleh Kusuma Beauty Clinic dengan tema “ Define your perfection to show your real beauty” Launching Skincare oleh Hydra Moist, Demo halal produk dan seminar oleh PPAK dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

CEO Krista Exhibitions Daud D Salim menjelaskan bahwa melalui pameran ini
diharapkan mendorong tumbuhnya sektor industri kecantikan. Berdasarkan BPS, kosmetika yang termasuk dalam sektor Industri Kimia, Farmasi dan obat traditional tumbuh 9,61% pada tahun lalu, kebutuhan Industri Kosmetik terus meningkat, BPOM mencatat peningkatan hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah perusahaan Industri Kosmetik yang tahun lalu berjumlah 819 industri menjadi 913 industri (Juli, 2022) atau meningkat 20,6%, peningkatan di dominasi oleh UKM (83%) maka diharapkan melalui pameran ini dapat turut mendukung pertumbuhan lagi di tahun 2022 dan menjadi ajang promosi bagi pemain baru di industri kosmetik ini.

Miftah Farid Direktur Pengembangan Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Sementara Miftah Farid Direktur Pengembangan Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, yang mewakili Dirjen PEN (Pengembangan Ekspor Nasional) untuk menyampaikan positif news terkait dengan perkembangan perekonomian Indonesia.

Menurut Miftah, Ditengah pemulihan ekonomi global, kita patut bersyukur dan bangga atas kinerja perekonomian kita. Release dari BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal dua tumbuh 5,44% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pencapaian ini tentu di topang oleh pemulihan pandemi dan upaya vaksinasi yang menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pemulihan ekonomi.

Ia melanjutkan, Berbagai tantangan global yang kita hadapi, seperti pandemi Covid-19 ini, situasi bio politik yang menyebabkan krisis energi, krisis pangan, adanya tekanan inflasi juga yang melanda beberapa negara dunia. Tidak menyurutkan kinerja positif dari Kementerian Perdagangan Indonesia. Beberapa sektor yang menunjukkan resiliensi ditengah tantangan global, antara lain produk kosmetik, salah satunya alat kesehatan dan fitofarmaka yang mendapatkan momentum keuntungan pertumbuhan positif ditengah berbagai macam ancaman resiko ekonomi global.

“Kami mencatat di tahun lalu produk kosmetik Indonesia tumbuh 18% dibandingkan dengan tahun 2020. Dan lima (5) tahun terakhir juga positif ada pertumbuhan tahunan 3,28% itu untuk produk kosmetik. Untuk ekspor alat kesehatan Indonesia ke dunia tahun 2021 juga tumbuh solid naik 14% dibanding dengan capaian tahun 2020. Tren lima (5) tahunan cukup baik 15, 4% pertumbuhan tahunan selama 5 tahun terakhir ini adalah cerminan bahwa kinerja dua sektor ini sangat baik,” ujarnya.

“Momentum pemulihan ekonomi ini perlu dijaga, salah satunya melalui penyelenggaraan pameran dagang sebagai lokomotif pendorong pemulihan ekonomi,” tuturnya.

“Untuk itu mewakili bapak Dirjen PEN Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada Krista Exhibitions atas penyelenggaraan pameran yang sektornya yang sangat menjanjikan hingga kita bisa terus tumbuh,” tandasnya antusias.

“Kami berharap melalui penyelenggaraan Indo Beauty Expo, tidak hanya menjadi platform untuk mempromosikan produk, mesin manufaktur, teknologi, bahan baku, serta jasa layanan. Tapi juga mendorong pengembangan industri kosmetik dan fitofarmaka permata halal Indonesia. Guna mendukung target presiden untuk menjadi Indonesia sebagai pusat industri halal di tahun 2025,” katanya.

Pameran ini terselenggara atas kerja sama beberapa asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK), Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab), Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu). Selain itu, pameran ini juga
mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat seperti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Calon pengunjung yang ingin datang ke pameran dapat melakukan registrasi secara online melalui link https://register.kristaonline.com/visitor/indobeautyexpo. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini