- iklan atas berita -

 

 

MetroTimes (Jakarta) – Beberapa tahun terakhir Industri pengemasan terus mengalami perkembangan setiap tahunnya. Bahkan disaat pandemi Industri pengemasan tidak mengalami penurunan yang signifikan sehingga dapat diprediksi bahwa industri ini akan terus mengalami perkembangan.

Melihat pentingnya peran teknologi dan informasi tentang trend innovasi pada industri pengemasan, Krista Exhibitions kembali menghadirkan Pameran Teknologi Pengolahan dan Pengemasan Percetakan dan Kertas Terbesar di Indonesia setelah vakum selama hampir 3 tahun akibat pandemi Covid-19.

ads

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Kementerian Perindustrian R.I., Merrijantij Punguan Pintaria, menyampaikan, Momentum penyelenggaraan acara ini yang sangat tepat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi.

“Industri Pods dan kertas nasional memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2021 total ekspor industri pods dan kertas sebesar 7,5 miliar USD. dengan volume 11,7 juta ton, memiliki nilai ekspor sebesar 2,6 miliar USD dengan volume 2,2 juta ton atau menyumbang surplus neraca perdagangan sebesar 4,9 miliar USD. Serta memberikan kontribusi 6,22% terhadap ekspor non migas atau setara menyumbang 3,84% industri pengolahan non migas,” terang Merrijantij saat Press Conference secara webinar.

Ia melanjutkan, Industri kertas dalam negeri merupakan industri yang sangat potensial, karena hampir semua jenis kertas dapat diproduksi di dalam negeri, termasuk kertas uang dan kertas berharga yang memiliki spesifikasi khusus dalam memenuhi aspek security. Dalam rangka menjaga kelangsungan produksi dan pengembangan industri serta peningkatan daya saing industri.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan jaminan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku dan atau bahan penolong bagi industri. Selain itu langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam rangka peningkatan daya saing dan daya tarik investasi yakni menciptakan iklim usaha yang kondusif, efisiensi, kepastian hukum dan pemberian fasilitas viskal dan non fiskal, serta kemudahan lainnya dalam kegiatan usaha industri,” ujarnya.

Salah satu industri turunan pods dan kertas adalah industri kemasan kertas dan karton. Dimana saat ini terdapat lebih 480 perusahaan tersebar diberbagai wilayah Indonesia. Industri ini telah mampu memproduksi berbagai kemasan dengan kualitas yang sesuai standart yang diharapkan oleh konsumen.

Untuk kemasan kertas dari kertas dan karton saat ini digunakan sebagai bahan penolong oleh berbagai industri, seperti industri makanan, minuman, alas kaki, elektronik, maupun sebagai media yang dipakai ecommerce

Menurut Merrijantij, Perkiraan kebutuhan nasional pada tahun 2022 sebesar 8,6 juta ton. Kinerja ekspor industri ini pada tahun 2022, menyumbang volume sebesar 67,88 ribu ton dengan nilai 158, 99 ribu USD. Volume ekspor pada tahun 2021 meningkat jadi sebesar 80,9 ribu ton dengan nilai 174,86 ribu USD.
Sedangkan dari sisi import tahun 2020 menyumbang volume sebesar 101,39 ribu ton, dengan nilai 289,81 ribu USD. Dan volume pada tahun 2021 meningkat menjadi sebesar 120 ribu ton dengan nilai 353 ribu USD.

“Jadi industri kemasan dari kertas dan karton, kontributor defisit pada neraca perdagangan ini menjadi catatan buat kita semua. Tingginya nilai impor kemasan kertas dan karton beberapa tahun ini mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga dimasukkan dalam kebijakan substitusi impor. Dimana pemerintah menargetkan substitusi impor sebesar 85% pada akhir tahun 2022,” paparnya.

“Kami harapkan industri kertas dan barang dari industri kertas dan kemasan, industri percetakan dan grafika dapat memanfaatkan fasilitas insentif tersebut. Untuk meningkatkan investasi baru yang berdaya saing,” harapnya.

“Melalui kegiatan Allpack, Allprint dan World of Paper & Tissue Expo 2022, diharapkan lebih mendorong para pengusaha dibidang industri program kerja kertas, industri kemasan dan Industri percetakan dan grafika dalam negeri untuk dapat bersinergi, untuk meningkatkan, menghasilkan kesepakatan bisnis terbaik serta dapat mengenal dan mampu memanfaatkan teknologi yang efisien dengan hasil produk-produk berdaya saing tinggi, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” pungkas Merrijantij.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim menuturkan, Krista Exhibitions berdiri sejak 1994 dan kini sudah berusia 27 menuju ke 28 tahun. Pameran Allpack ini diadakan untuk ke 21 kalinya, berbarengan dengan Allprint yang diadakan di JIExpo Kemayoran.

Daud menjelaskan, Pameran ini diikuti secara keseluruhan 765 peserta dari Allpack itu ada di hall D1, D2, A 123 ada 550 peserta, dan Allprint di hall B1 B2 dan B3 ada 215 peserta. Dimana kita tahu bahwa semua industri pasti memerlukan teknologi proses dan pengemasan. Ini merupakan pameran terbesar pengolahan dan pengemasan di Indonesia. Maupun teknologi cetak mencetak yang terbesar di Indonesia yang diadakan oleh Krista Exhibitions pada tanggal 12 – 15 Oktober 2022.

Ada 3 (tiga) Pameran yang diadakan di JIEXPO Kemayoran yaitu Allpack Expo, Allprint Expo dan World of Paper & Tissue Expo

Menurut Daud, Ketiga pameran dengan tema ALLPACK INDONESIA 2022 – Pameran Internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan Makanan; Minuman, Biskuit, Konfeksioneri, Farmasi / Obat-obatan, Jamu, Kosmetika, Personal Care, Kecantikan, Pertanian, Oli/ Cairan/ Kimia, Elektronika, Pendingin, dan industri terkait lainnya. Dan untuk industri percetakan dengan tema ALL PRINT INDONESIA 2022 yaitu Pameran Internasional Solusi untuk Teknologi Pencetakan, Peralatan, Suplai, dan Suplai Mesin, dan pada industri kertas dan tissue dengan tema WORLD OF PAPER TISSUE 2022 yaitu Pameran Internasional di bidang kertas, tisu, mesin dan peralatan

Sementara Direktur Komite Humas dan Hubungan Internasional APKI, Emmy Kuswandari menyampaikan sambutan dari ibu Liana Baratasida yang tidak bisa hadir, APKI menyampaikan apresiasi kepada Krista Exhibitions atas penyelenggara Allpack di Jakarta.

Emmy menyampaikan, APKI sebagai salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi nyata dalam pendapatan domestik bruto 0,67% dan PDP non migas sebesar 3,84% dan devisa negara sebesar 7,5 miliar USD pada tahun 2021. Devisa tersebut diperoleh dari kegiatan ekspor pods.

“Kita akan jumpa dalam pameran WORLD OF PAPER TISSUE 2022 ini, kita berharap bisa menambah wawasan kita semua, baik pelaku bisnis atau pun masyarakat terhadap pengembangan industri kertas dan tissue dalam rangka kebutuhan masyarakat serta siap menghadapi tantangan global yang pesat,” terangnya.

“Kami dari APKI mengucapkan selamat atas terselenggara pameran WORLD OF PAPER TISSUE 2022 ini. Sekaligus ini juga kebangkita kita untuk kita semua. Pergerakan ekonomi, kita harapkan semakin baik pada masa depan,” pungkasnya.

Director of Business Development Indonesia Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti menyampaikan, Pada tahun 2022 Assosiasi Federasi Pengemasan Indonesia mencatat pertumbuhan kemasan karton mendominasi pertumbuhan sebesar 28% dengan total nilai Rp 102 triliun sampai Rp. 105 triliun. Untuk industri kemasan plastik kontribusi mencapai 18%. hal ini disebabkan karena trend online delivery masih tinggi. Hal ini yang terus mendorong permintaan lokal akan kemasan platik yang terus meningkat. Pertumbuhan Industri kemasan secara keseluruhan di tahun ini diperkirakan sekitar 4 – 5%

Ia juga menjelaskan, Perkembangan industri pengemasan sangat bergantung dari tumbuh kembangnya industri pengguna pengemas terutama industri makanan, minuman serta farmasi. Sejalan dengan itu teknologi industri pengemasan tentu juga mengalami perkembangan, berkenaan dengan ini maka diperlukan informasi mengenai teknologi terbaru, industri pengemasan yang tepat guna dalam memproduksi kemasan karton, plastik, kaleng, botol yang berkwalitas dan kwantitas tinggi effisien energy untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis.

“Ajang pameran ini sangat penting untuk dunia usaha, khususnya industri pengemasan karena kami membutuhkan informasi tentang teknologi up to date dalam era digital ekonomi ini. Kemudian saat ini nilai pasar pengemasan saat ini tumbuh diatas 100 triliun akuratnya 107 triliun di tahun 2022,” tuturnya.

Dan sektor makanan minuman menyerap paling banyak bahan kemasan dan sekarang kombinasi antar matrial 1 dengan matrial lain, beragam dengan teknologi cetak digital yang semakin berkembang.

“Dan juga sejalan dengan perubahan gaya hidup yang semakin memperhatikan tentang Food sevety keamanan makanan dan terus kemudian tentang kesehatan dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menurut Ariana, ada perkembangan online bisnis platform dan Marketing via sosial media. Ini sebenarnya bridges sangat positif terhadap aktivitas UMKM dan pertumbuhan ini akan pasti. Diperkirakan akan meningkat secara terus-menerus.

“Yang menjadi kendala saat ini adalah ketersediaan bahan baku yang lebih dari 50% itu masih import terutama plastik. Plastik disini paling ekonomis, plastik itu ada rigit dan fleksibel itu yang muktileyer yang perkembangannya sangat pesat,” cetusnya.

“Diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi dan pertumbuhan industri pengemasan di Indonesia,” imbuhnya.

ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF PAPER TISSUE 2022 akan diikuti oleh lebih dari 765 perusahaan dari berbagai negara seperti: Austria, China, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, Portugal dan Vietnam. akan dikunjungi lebih dari 20.000 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri.

Berbagai kegiatan menarik diselenggarakan seperti bekerjasama
dengan Indonesian Packaging Federation (IPF) Talk Show Packaging Design Trends & Innovations, Seminar on Trends & Innovation Packaging towards Sustainability, seminar dari asosiasi pendukung industry printing yaitu seminar dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) dengan tema “ Kesiapan Industri Grafika Dalam Menyukseskan Pemilu 2024”, dan seminar dari ), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) industry Kertas dan Tissue dengan tema “ ESG Strategy & Decarbonization of Pulp and Paper Industrie Towards Sustainability “dan berbagai acara lainnya dari pelaku industry lainnya.

Kesuksesan ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF PAPER TISSUE 2022 tIdak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Indonesia Packaging Federation (IPF), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Pharma Materials Management Club (PMMC), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM),Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), AP5I-Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia ( ADUPI), Packaging Development Federation (PDF), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia).

Melalui pameran ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF
PAPER TISSUE 2022 diharapkan para pelaku usaha dibidang terkait dapat melihat secara dekat dan mendapatkan informasi yang lengkap dan mempunyai kesempatan mendapatkan edukasi tentang teknologi dan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan.

Pameran ini mengundang para pelaku bisnis yang sudah menggeluti usaha
pengemasan, percetakan, pharmasi, kertas dan tissue dan para pelaku yang berminat masuk untuk memulai industri tersebut mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.
Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa 2 buah kartu nama, dan undangan yang telah dikirimkan oleh pihak KRISTA Exhibitions atau dengan registrasi online https://register.kristaonline.com/visitor/allpackindonesia

Pameran yang menekankan aspek B2B ini mengharapkan para pengunjung berpakaian bebas rapi. formal dan bagi pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek serta anak-anak dibawah usia 17 tahun dilarang untuk masuk ke area pameran.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861; 6345862, atau dengan mengirimkan e-mail ke [email protected]. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!