MetroTimes (Surabaya) – Pameran terlengkap dekorasi, interior, arsitektur dan furnitur di Surabaya, event Decoration & Interior Expo Decorintex 2022 yang ke-8 kalinya menjadi event promosi dagang para stakeholder di bidang industri/produk dekorasi, interior, konstruksi dan karya arsitektur nasional di Jawa Timur yang mempertemukan para produsen, distributor, retailer, property owner, arsitek, interior desainer, konsultan, dan kalangan akademisi.

Pameran Decorintex 2022 yang dihelat oleh PT Debindo Mitra Tama ini juga bertujuan untuk menampung kebutuhan promosi industri interior, arsitektur, dan furniture mulai hari ini 21 sampai 25 September 2022 di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

“Ada 100 lebih stand yang berpartisipasi dan peserta yang berasal dari berbagai bidang usaha industri besar menengah di bidang interior, produk dekorasi dan arsitektur swasta maupun pemerintahan” ujar Direktur PT Debindo Mitra Tama, Budiono.

Budiono menyebutkan jika pameran ini bertujuan untuk memberikan informasi komprehensif mengenai perkembangan dunia dekorasi, interior, arsitektur, dan furnitur modern kepada masyarakat Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya.

“Diharapkan pameran ini mampu membangun positioning produk dan jasa sektor industri tersebut dalam dunia persaingan bisnis baik di Indonesia maupun mancanegara,” tuturnya saat membuka acara.

Berbagai macam produk dipamerkan dalam pameran ini, diantaranya yaitu Architecture & Interior Design, Bathroom & Sanitary, Doors & Window, Furniture, Art & Decorative, Home Appliance, Lighting & Audio Visual, Wall, Ceiling & Flooring, Ceramic & Stone, Solar Heater, Water Filtration dan masih banyak lainnya.

Drajat Irawan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim sangat mengapresiasi perhelatan pameran tersebut karena termasuk sektor yang berpengaruh terhadap ekonomi Jawa Timur.

“Kalau dilihat dari makronya ini tumbuh ekonominya tahun 2022 triwulan kedua ini 5,74 persen, ini lebih tinggi dari nasional 5,44. Yang 5,74 persen ini dibangun diangka sektor konstruksi sekitar 8,6 persen,” ucapnya.

Drajat juga membeberkan bahwa industri konstruksi di Jawa Timur ada sekitar 266 lebih, dengan adanya acara ini akan menggelinding lebih banyak lagi.

“Ini adalah satu sumbangan kongkrit bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, ada sipilnya ada mekanikalnya, ada interior, ada elektrikalnya, arsitek dan berbagai pendukung Decotintex ini termasuk komponen yang mendukung industri, mendukung perdagangan akhirnya mendukung ekonomi Jawa Timur 5,74 persen,” rincinya.

Konstruksi Jawa Timur tumbuhnya 8,03 persen, acara ini adalah kumpulan beberapa sektor penting untuk meningkatkan perekonomian Jawa Timur.

“Jasa konstruksi bergerak yang kontribusinya 8 persen itu tentu saja hulu hilirnya ada sektor industrinya, sehingga hari ini adalah bentuk dari pada aktualisasi dan promosi komponen-komponen industri sekaligus perdagangan bahan bangunan sekaligus jasa,” bebernya.

Drajat berharap lebih banyak lagi transaksi sehingga segera menggerakan ekonomi Jawa Timur. Adanya beberapa investasi juga bagian dari peningkatan ekonomi pasca pandemi.

“Pasar ekspor kita untuk furniture juga relatif lebih bagus, kemudian pembangunan sehingga antara ekspornya terdorong, pertumbuhan investasi kita sudah diatas 50 persen,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, pameran tersebut tidak hanya dari industri konstruksi tetapi juga diisi oleh Universitas terkemuka di Jawa Timur yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Kristen Petra, Universitas Ciputra, Universitas Brawijaya, UPN Veteran Jawa Timur, ITN Malang, Binus Malang dan Lasalle College.

Dimeriahkan dengan 50 lebih acara di dua ruangan terbuka dan tertutup secara non stop mulai hari Rabu hingga Minggu, pukul 10.00-21.00 WIB dengan target pengunjung sejumlah 30.000 orang. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini