Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun saat menerima berkas pandangan umum fraksi-fraksi di Rapat Paripurna.
- iklan atas berita -

Metrotimes, Kendal – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, masih menunggu hasil pengelolaan keuangan daerah tahun 2022. Dalam dua bulan terakhir ini, DPRD Kendal juga terus mendorong pihak eksekutif untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai yang telah disepakati dalam APBD tahun 2022.

“Karena masih banyak yang harus dikerjakan, terutama dari sisi serapan anggaran belanja ataupun potensi yang mencapai pendapatan. Itu harus dimaksimalkan,” kata Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, usai Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Perseroda dan Pengelolaan Keuangan di Gedung DPRD Kendal Rabu (2/11/2022).

Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun.

Lebih lanjut Makmun mengatakan, apabila dalam dua bulan terakhir ini belanja daerah bisa maksimal, nantinya SiLPA menjadi sedikit. Sehingga PAD bakal tercapai. Dia juga menilai, jika hal itu terjadi maka kinerja eksekutif sudah mampu untuk menaikkan PAD Kabupaten Kendal.

“Dari PAD kita targetkan di APBD tahun 2022 sebanyak Rp 565 miliar. Kemudian, di perubahan kemarin, ada perubahan sampai di angka Rp 38 miliar. Jadi sekitar Rp 535 miliar untuk PAD Kendal tahun ini,” jelasnya politisi PKB ini.

DPRD juga Kabupaten Kendal mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sisa tahun 2022 ini.

Makmun menambahkan, target PAD tahun ini mengalami kenaikan yang luar biasa dibandingkan tahun 2021 yang hanya berada di angka Rp 415 miliar. Pihaknya juga mengapresiasi Pemkab Kendal yang sudah merealisasikan target hingga 100 persen. Meski begitu, pada 2022 ini PAD Kendal dinaikkan hampir 30 persen.

“Mudah-mudahan eksekutif bisa terpacu kinerjanya dengan kenaikan angka ini. Dan selama ini sektor yang paling menonjol dari sisi pajak. Termasuk pajak bumi dan bangunan, juga pajak BPHTB,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini