- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Balai Karantina Pertanian Semarang menggelar evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) melalui Implementasi Single Sub Mission Joint Inspection-Quarantine Customs (SSm JI-QC) Pelabuhan Tanjung Emas.

Sejumlah delegasi hadir di acara yang berlangsung di Hotel Aston Inn, Jalan Pandanaran No 40 Semarang itu, seperti tim stranas KPK, Badan Karantina Pertanian, 13 UPT Karantina Pertanian, Lembaga NSW, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Kemudian delegasi Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan, KPP Bea Cukai Pabean Tanjung Emas, PT Pelabuhan Indonesia, PT Terminal Peti Kemas Semarang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Turhadi Noerachman, mengatakan implementasi SSm QC di pelabuhan Tanjung Emas membutuhkan sinergi dan kolaborasi di masing-masing entitas pelabuhan agar semakin berjalan dengan baik.

Tuhadi Noerachman berharap kolaborasi tersebut memberikan kontribusi dalam percepatan serta peningkatan transparansi layanan pabean dan karantina.
“Pemilik barang hanya melakukan satu kali submit data terkait pemeriksaan melalui Sistem Indonesia Single Window (INSW). Selanjutnya petugas karantina dan bea cukai akan melakukan pemeriksaan MP secara bersama-sama,” kata Tuhadi Noerachman, kemarin.

Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang merupakan salah satu dari 14 pelabuhan utama dalam implementasi SSm JI-QC dengan status penilaian telah mencapai progress aksi 2021-2022.

Perlu peningkatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh stakeholder guna mewujudkan integrated port network. Adanya integrasi pelabuhan akan menciptakan pengembangan konektivitas dan percepatan standarisasi operasional.

Semua yang hadir sangat mendukung percepatan pelayanan dan pengawasan MP wajib periksa karantina.

Perwakilan Lembaga NSW Hermiyana menyampaikan periode Juni 2020 – September 2022 terjadi penurunan biaya timbun dan pemeriksaan MP sebesar 169,39 milyar (33,53 persen) dan efisiensi waktu layanan sekitar 21,64 persen.

Hal ini menunjukkan aspek positif yang perlu ditingkatkan guna mendukung kelancaran ekosistem logistik nasional.

SSm JI-QC memberikan kemudahan kepada pelaku usaha, mempercepat kelancaran arus barang di pelabuhan dan meningkatkan efektivitas pengawasan MP.

Staf Ahli Kemenkomarvest, Sahat Manaor Panggabean mengatakan pertumbuhan kegiatan logistik di Indonesia cukup pesat.

Oleh karenanya diperlukan penataan manajemen dengan basis digitalisasi guna mewujudkan pelayanan yang prima.

Sekretaris Barantan Wisnu Haryana, selaku penanggungjawab aksi pelabuhan Stranas PK Barantan mengatakan SSm QC di 14 pelabuhan harus berjalan sampai dengan akhir 2022. (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini