- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pembatalan pencairan dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kabupaten Purworejo Tahun 2022 kian bergejolak. Belum adanya solusi terkait hal tersebut mengakibatkan warga miskin calon penerima RTLH didampingi kepala desa (Kades) atau lurah serta pamong bakal melakukan unjuk rasa besar-besaran menemui Bupati Purworejo pada Senin (28/11/2022).

Sekretaris Polosoro, Dwinanto, menginformasikan bahwa musyawarah telah dilakukan oleh perwakilan calon penerima RTLH tahun 2022 dari APBD Purworejo yang berasal dari 38 desa, dan 3 kelurahan dengan didampingi Kades/Kalur/Perangkat Desa masing-masing pada Kamis (24/11). Bertempat pada Kamis, 24 November 2022 pukul 14.00 WIB – selesai. Musyawarah yang berlangsung di Kantor Desa Kalimiru tersebut untuk menyikapi terkait adanya pemberitahuan dari Pemda Purworejo melalui surat, tentang tidak dapat dicairkannya anggaran RTLH Tahun 2022 karena kendala regulasi.

“Dalam musyawarah tersebut, peserta rapat secara bulat menyepakati akan menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus mendengarkan penjelasan dari Bupati dan mendorong dana RTLH tahun 2022 segera dicairkan. Hal ini karena warga sudah belanja dan melaksanakan kegiatan pembangunan, sesuai arahan pendamping dari Dinas Perkimtan yang disampaikan melalui WA group,” sebutnya, Minggu (27/11).

Adapun penyampaian aspirasi akan digelar pada hari Senin(28/11) dengan jumlah peserta sekitar 1.000 orang. Unjuk rasa akan dikomandoi Ketua Umum Polosoro dengan Koordinator Lapangan Kades Kalimiru.

“Hasil pantauan di grup, aksi besok akan cukup besar. Selain diikuti oleh para calon penerima RTLH dan Kades/Kalur/Perangkat Desa/Perangkat Kelurahan setempat, juga akan diikuti oleh Kades dan perangkat desa lainnya sebagai bentuk solidaritas. Semoga suasana aman terkendali,” tandasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini