- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Purworejo akan menggelar Musyawarah Cabang  (Muscab) III (ke-3, red) dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum (Ketum) periode tahun 2023-2026 pada tanggal 8 Mei 2023 mendatang. Tahap pendaftaran bakal calon Ketum telah resmi dibuka per 13 Maret dan akan berakhir pada 16 maret 2023.

Informasi itu disampaikan oleh Ketua Panitia Muscab BPC Hipmi Kabupaten Purworejo, Eristyawan, dalam konferensi pers di RM Satu-Satu Purworejo, Senin (13/3). Hadir Pembina BPC Hipmi Purworejo, Yunus SH, Ketua Umum Periode Tahun 2019-2022, Ardani Yusuf, beserta jajarannya.

“Sesuai tahapan yang telah ditetapkan oleh panitia Muscab III BPC Hipmi Purworejo, per hari ini Senin 13 Maret 2023, pendaftaran bakal calon Ketum resmi dibuka,” kata Eristyawan.

Disebutkan, informasi terkait pendaftaran bakal calon Ketum tersebut telah disebarluaskan kepada seluruh pengurus. Selanjutnya, formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat BPC Hipmi Purworejo.

“Pengambilan dan pengembalian formulir paling lambat 16 Maret. Verifikasi berkas bakal calon Ketum dijadwalkan pada tanggal 14 Maret. Selanjutnya penetapan nama-nama calon Ketum sekaligus pengambilan normor urut dijadwalkan pada tanggal 17 Maret pukul 10.00 WIB sampai selesai di sekretariat,” sebutnya.

Tahap berikutnya yakni Penetapan Daftar Pemilih Tetap dan Luar Biasa dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Maret. Dilanjutkan dengan tahapan kampanye calon Ketum pada 20 Maret-22 April 2023.

“Pra Muscab meliputi Pembahasan Tata Tertib diagendakan pada 29 April. Lalu nanti kita ada Hari Tenang WA Group Hipmi pada tanggal 6 Mei, ini untuk menjaga kondusivitas jelang pelaksanaan Muscab tanggal 8 Mei di Ganesha Convention Hall Purworejo,” lanjutnya.

Lebih lanjut Eristyawan menjelaskan syarat-syarat menjadi bakal calon Ketum. Beberapa diantaranya yakni mengisi sejumlah formulir pernyataan, sepeerti Surat Pencalonan sebagai Ketum, Pernyataan setia kepada Pancasila dan UUD 1945, memiliki reputasi baik di masyarakat dunia usaha, tidak dalam keadaan pailit.

“Diutamakan putra daerah dan berdomisili di Purworejo. Ada juga sejumlah komitmen lain yang harus diisi,”  jelasnya.

Syarat lain yang harus dicukupi yakni dokumen pokok-pokok pikiran pengembangan organisasi dan program unggulan, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), dan sudah pernah mengikuti Diklatda Hipmi. Selain itu bakal calon wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50 juta yang akan digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan Muscab hingga pelantikan pengurus baru.

“Total ada sekitar 21 syarat yang harus dipenuhi, termasuk nanti harus ada 5 surat rekomendasi atau dukungan dari BPC setempat. Jadi BPC Hipmi betul-betul selektif dalam memilih Caketum,” ungkapnya.

Ardani Yusuf menyampaikan bahwa sesuai pedoman organisasi, satu periode kepengurusan BPC berlangsung selama 3 tahun. Adapun masa jabatan Ketum dibatasi hanya 1 kali periode.

“Jadi ketua periode sebelumnya tidak bisa mencalonkan lagi. Saya berharap adanya Muscab ini bisa memunculkan kader-kader Hipmi yang mumpuni, dapat bersinergi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait sehingga mampu membesarkan organisasi,” katanya.

Direktur Utama PT Ardan Greenland Propertindo ini mengakui bahwa pada masa kepemimpinannya, sejumlah program telah terealisasi, antara lain pembentukan Hipmi Perguruan Tinggi (PT). Namun, beberapa program unggulan lainnya tidak dapat dijalankan akibat pandemi Covid-19.

“Saat ini anggota kita ada sekitar 200 orang. Saya berharap nanti lahir banyak pengusaha muda baru, syukur bisa mewujudkan satu desa satu pengusaha muda,” tandasnya.

Yunus selaku Pembina BPC Hipmi Purworejo mengakui banyak program eksternal yang belum terealisasi akibat pandemi. Karena ini, pihaknya berpesan agar Muscab dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan Ketum dan pengurus yang mampu melanjutkan program periode sebelumnya serta bergerak maju menciptkan program-program lain yang inovatif untuk menjawab tantangan zaman. Hal itu sesuai dengan tema yang diangkat dalam Muscab, yakni Bangkit Bergerak Maju Bersama.

“Saya berharap panitia Muscab dapat menjalankan tugas dengan profesional sesuai dengan tahapan dan aturan yang telah disusun ,” tegasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini