- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Desa Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah berkomitmen untuk menjadi desa bersih yang bebas dari pungutan liar atau pungli serta praktik korupsi. Desa ini pun terus bergerak menuju desa modern dengan menerapkan digitalisasi pelayanan serta mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui lapak online.

“Untuk pengelolaan anggaran kami terus berusaha untuk terbuka kepada masyakarat. Setiap saat data terkait situasi dan realisasi anggaran desa bisa diupdate pada situs web desacengkawakrejo.id,” kata Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wiski Bagasworo, Jumat (8/12/2023).

Lalu terkait program pembangunan yang bersumber dari dana desa, sebut Imlais, pemerintah desa tidak serta merta membuat program tanpa melibatkan masyarakat. Sebelum program diputuskan, seluruh masyarakat diajak berembuk melalui rapat yang berlangsung secara berjenjang dari tingkat RT.

“Dirapatkan dari tingkat RT dulu, naik pedukuhan lalu hasilnya dibawa ke forum musyawarah desa. Seperti itu heirarki pengambilan keputusan terkait pelaksanaan dana desa,” sebut Imlais.

Pemdes pun, lanjut Imlais, berkomitmen untuk tulus melayani masyarakat. Segala bentuk pelayanan administrasi termasuk jual beli tanah dilaksanakan secara gratis. Dia juga memastikan bahwa tidak ada pungli dilingkungan Pemdes Cengkawakrejo.

ads

Desa Cengkawakrejo memiliki jumlah penduduk sebanyak 2047 jiwa. Anggaran desa yang dikelola tahun ini sekitar Rp1,5 miliar yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) pemerintah provinsi, Bankeu pemerintah kabupaten, dana desa, hasil usaha desa, hasil aset desa serta bagi hasil pajak dan retribusi.

Desa tersebut terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan asli desa melalui potensi yang dimiliki. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pun terus digenjot agar terus produktif dan pandai membaca peluang usaha di desa tersebut.

“Tanah kas desa juga cukup produktif dalam menyumbang PADes, ada yang kami sewakan kepada perusahaan ada juga tanah produktif seperti sawah yang kami sewakan kepada masyarakat. BUMDes untuk sementara ini ada usaha penyewaan ruko, jual beli alat pertanian dan kemarin juga ada jual beli gabah,” katanya.

Selama beberapa tahun terakhir, BUMDes Cengkawakrejo rutin menyetor dana bagi hasil ke kas desa. Meski belum begitu besar namun setidaknya BUMDes mampu memberi sumbangsih terhadap program pembangunan di desa ini.

“Pertahun BUMDes bisa setor hampir Rp30 juta ke PADes. Kami akan terus melakukan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes, penambahan penyertaan modal juga pasti kita lakukan untuk meningkatkan PADes Cengkawakrejo,” imbuh Imlais.

Selanjutnya untuk mendorong geliat UMKM, Pemdes Cengkawakrejo telah menyiapkan lapak online di situs website tersebut. Berbagai produk, termasuk jasa bisa dicari di lapak tersebut.

“Lapak untuk saat ini belum maksimal, kami terus berbenah agar kedepan semakin lengkap. Nanti berbagai produk UMKM bisa dicari disini, termasuk jasa tenaga tukang, tukang bangunan, tukang las dan lain sebagainya bisa di cek di lapak dan sudah lengkap dengan harganya,” bebernya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!