- iklan atas berita -

Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Maulana Ridwan, S.H., M.H. mewakil Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, S.E., M.M turut menghadiri Pembukaan Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Provinsi Maluku Tahun 2022 yang dipusatkan di Lapangan Lodar El Kota Tual, bumi larvul ngabal, Minggu (25/9/2022)

Gubernur Maluku Irjen Pol.(Purn) Drs. Murad Ismail, membuka langsung acara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Provinsi Maluku Tahun 2022 di Kota Tual ditandai dengan dentangan bunyi Gong yang ditabuh Gubernur didampingi Ketua LP3KD Maluku, Uskup Diosis Amboina Mgr Senno Ngutra, Walikota Tual Adam Rahayaan, Kakanwil Kemenag Maluku dan Ketua Panitia Pesparani, Yani Beruat.

Dikesempatan itu, Gubernur katakan ajang Pesparani merupakan sebuah upaya peningkatan kesadaran umat Katolik untuk terus menerus mengagungkan kemuliaan Tuhan melalui Mazmur dan madah Pujian, yang dikemas dalam bentuk lomba guna menggali potensi dan seni budaya daerah untuk diakomodir dalam liturgis Gereja.

“Bagi saya suksesnya Pesparani Katolik ke-IV ini pencapaian besar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tual, panitia dan LP3K Maluku. Ini menjadi momentum yang diharapkan mampu memperkuat nilai sosial budaya, perekat persatuan bangsa,” tandas Murad.

Diketahui, pembukaan Pesparani Katolik ke-IV tingkat provinsi Maluku itu diawali defile kontingen 11 Kabupaten/Kota. Seluruh Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah hadir di Bumi Maren, termasuk Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena.

Tak hanya itu, warga Kota Tual dan daerah tetangga, Kabupaten Maluku Tenggara pun tak mau ketinggalan momen dua tahunan tersebut dengan ikut banjiri lapangan Lodar-El, Malam pembukaan ini sangat Meriah sehingga para peserta lomba dan tamu undangan yang hadir di lokasi kegiatan tersebut sangat menikmati tarian adat yang disajikan oleh para peserta.

Sementara Danrem 151/ Binaiya yang berada di lokasi yang sama mengatakan bahwa melalui kegiatan ini mari kita menjaga keharmonisan, memperkokoh toleransi dan membangun persaudaraan sejati. Sehingga dapat mewujudkan wilayah Maluku yang aman dan damai.

Ini adalah pesta rohani, yang merupakan bagian dari pembangunan keagamaan non fisik yang justru jauh lebih penting dan merupakan salah satu poin dalam mewujudkan suatu kehidupan bermasyarakat yang aman menuju Maluku sejahtera,, pungkas pak Danrem.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini