Metro Times (Purworejo) Sanggar Tari Prigel Purworejo genap berusia 37 tahun pada 20 Mei 2022. Peringatan hari jadi ke-37 ditandai dengan peluncuran Tari Dolalak Sekaring Jagad di Ganesha Convention Hall Purworejo, Jumat (20/5).

Dalam kesempatan itu juga disajikan beragam tari tradisional oleh para siswa Sanggar Tari Prigel serta bazar produk UMKM. Even berlangsung meriah dihadiri antara lain Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Kabid Kebudayaan Dindikbud Purworejo Dyah Woro Setyaningsih, Ketua Paguyuban Muda Ganesha Dwi Wahyu Atmaji, serta sejumlah pemerhati seni dan budaya.

Pimpinan Sanggar Tari Prigel, Melania Sinaring Putri SSn, menyebut setiap insan memiliki cara tersendiri untuk bersyukur, tak terkecuali Sanggar Tari Prigel yang telah berusia 37 tahun. Pada usia ini, Prigel telah sedikit banyak berkontribusi untuk mempertahankan kesenian dan budaya bangsa.

“Kita patut bersyukur di tengah banyaknya budaya luar yang masuk dan mempengaruhi kehidupan kita saat ini, masih banyak peminat seni maupun orang tua yang mengarahkan anaknya untuk belajar kesenian,” sebutnya.

Diungkapkan, Prigel yang didirikan oleh ibundanya, F Untariningsih SE, pada 20 Mei 1985, kini telah mengalami perkembangan pesat dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah peserta didik dari tahun ke tahun.

โ€œSaat ini Prigel memiliki sekitar enam pelatih atau instruktur yang selalu setia melatih anak-anak. Sebelum pandemi jumlah siswa aktif sekitar 200 siswa, saat ini yang aktif 140 siswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Tari Dolalak Sekaring Jagad yang diluncurkan merupakan tarian garapan dari Tari Dolalak. Dolalak Sekaring Jagad ditarikan oleh 7 penari perempuan dan menjadi sebuah sajian yang menggambarkan pesona, kharisma para perempuan dalam berkiprah di dunia nya masing-masing.

“Perempuan tidak hanya cantik, tapi memiliki karakter dan kecerdasan dalam berkiprah, mengurai gagasan, bekerja keras, lincah, tegas, semangat dan jujur. Dolalak Sekaring Jagad merupakan garapan yang memberikan sentuhan baru, baik dari segi gerak, iringan maupun kostum tanpa menghilangkan unsur tradisi dalam tarian tersebut. Roh dan spirit tarian Dolalak, akan selalu hadir dari masa ke masa,” paparnya.

Wabup Purworejo Yuli Hastuti mengapresiasi kiprah Prigel selama 37 tahun ini. Dengan bertambahnya usia, diharapkan Sanggar Tari Prigel tetap konsisten melestarikan kesenian tradisional serta selalu menjadi kebanggaan Kabupaten Purworejo.

“Saya juga menyampaikan selamat atas dilaunchingnya Tari Dolalak Sekaring Jagad, teriring harapan pemilihan momentum tanggal 20 Mei yang merupakan Hari Kebangkitan Nasional ini, akan menandai kebangkitan seni tradisional Kabupaten Purworejo,” katanya.

Menurutnya, sebagai bangsa yang besar kita harus senantiasa menghargai dan menjunjung tinggi seni budaya sendiri. Pasalnya, kebesaran dan kemajuan bangsa ini tidak terlepas dari kekayaan dan kemajemukan budaya yang telah hidup dan berkembang sejak lama. Keanekaragaman seni budaya yang kita miliki menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita, tumbuh dan berkembang serta berfungsi pula memperkokoh tali persatuan dan kesatuan di antara kita semua.

“Dolalak layak menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan. Saya yakin, Dolalak akan semakin eksis apabila dikemas sedemikian rupa, misalnya sebagai welcome dance saat para pelancong masuk Purworejo ataupun sebagai atraksi di event-event tertentu. Apalagi dengan adanya Badan Otorita Borobudur dan KSPN nantinya akan mempermudah promosi kesenian dan kebudayaan kita agar lebih dikenal lagi,” tandasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini