Metro Times (Purworejo) Sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Rajawali kompak menggelar even bertajuk Stiera Berbagi yang menyasar berbagai kalangan masyarakat di beberapa wilayah. Selain untuk mengisi bulan Suci Ramadan 1443 H, aksi kepedulian itu sekaligus sebagai bentuk implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan kerja sama, komunikasi, keberanian, dan jiwa sosial.

Stiera Berbagi diwujudkan dengan aksi pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu dan buka bersama di kampus setempat, Sabtu (23/4) sore. Sekitar 20 anak penerima santunan berasal dari desa-desa di sekitar kampus.

Sementara pada waktu yang sama, puluhan mahasiswa yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stiera serentak melakukan aksi bagi takjil di 7 titik lokasi diantaranya yakni Alun-alun Purworejo, Alun-alun Kotoarjo, Alun-alun Cangkrep, Alun-alun Kemiri, Pasar Grabag, Pasar Jenar, dan Pertigaan Maron.

“Total ada sekitar 1.200 paket takjil yang kami bagikan kepada masyarakat di tujuh titik tersebut,” kata Ketua BEM Stiera, Finori Putri Nardiana.

Dijelaskan, Stiera Berbagai terselenggara atas sinergitas dari para dosen, karyawan, dan mahasiswa, serta alumni Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Even juga didukung oleh sejumlah mitra Stiera, antara lain TEW Group, PT Srikandi Jaya Tama Indonesia, Perumda BPR Bank Purworejo, PT. BPR – BKK Purworejo, Kopwan Srikandi, KSP Bhina Raharja, Rumah Hasna Purbalingga, Café Kopi Jawi, PT Bumen Redja Abadi, Tanobel Food Cleo, Gana Leader Astra Motor Purworejo, Zee Zee Cellular, dan BN Trans.

“Melalui even ini kami ingin turut serta memberikan manfaat dan kebaikan kepada masyarakat luas, khususnya pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Stiera Purworejo, Dr Hesti Respatiningsih SE MPar, mengapresiasi adanya inisiatif dari mahasiswa untuk menggelar Stiera Berbagi. Menurutnya, pihak kampus memberikan dukungan penuh mengingat even tersebut juga selaras dengan Program MBKM yang saat ini digaungkan pemerintah.

Dijelaskan, berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kampus Merdeka, perguruan tinggi salah satunya harus mampu mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk bergerak ke luar kampus untuk menumbuhkan empati atau jiwa pengabdian kepada masyarakat.

“Even kali ini sekaligus mengasah kemampuan mahasiswa untuk bekerja sama, berkomunikasi, berani, dan jiwa sosial,” terangnya.

Dr Hesti mengungkapkan bahwa Stiera Purworejo memiliki komitmen tinggi untuk mengimplementasikan Program MBKM. Selain kegiatan pembelajaran kelas, selama ini Stiera aktif memfasilitasi dan mendorong mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan luar kampus, mulai dari magang hingga pembinaan pelaku UMKM di berbagai desa dan kecamatan.

“Dalam waktu dekat kami juga akan menyelenggarakan program magang mahasiswa bekerja sama dengan Telkom. Tanggal 26 April akan kita mulai proses seleksi untuk memilih 5 mahasiswa peserta magang,” ungkapnya.

Guna mendukung MBKM, Stiera juga meluncurkan terobosan bernama Kelas Entrepreneur. Kelas khusus yang akan dimulai tahun akademik 2022/2023 tersebut memiliki sejumlah keunggulan, khususnya mahasiswa akan terlatih mendirikan usaha secara mandiri sehingga memiliki peluang kerja yang luas.

“Dalam praktik pembelajarannya nanti, kami akan melibatkan pengajar dari berbagai kalangan profesional, baik akademisi maupun praktisi usaha, sehingga mahasiswa dapat belajar langsung dan memiliki lebih banyak wawasan serta spesifikasi usaha. Berbagai fasilitas pendukung juga kami siapkan. Pada gelombang pertama, pendaftaran kami batasi untuk 20 calon mahasiswa,” tandasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini