Metro Times (Kebumen) Sebagai Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Tri Wahyuni Qurniadewi (24), warga Bonorowo Kebumen, telah merasakan langsung manfaatnya. Wanita yang akrab dipanggil Tri ini mengaku di tahun 2015 pernah mengalami sakit tipes hingga dirujuk oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke rumah sakit.

Menurut penuturannya, dengan berbekal kartu JKN, Tri menjalani rawat inap di rumah sakit hingga kondisi dirinya dinyatakan membaik dan diperbolehkan melanjutkan rawat jalan. Secara keseluruhan ia menilai layanan kesehatan yang ia peroleh sudah sangat bagus.

“Dengan menjadi peserta JKN saya bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Bahkan ketika saya sakit tipes kemarin saya tidak dibebankan biaya sama sekali. Semua sudah ditanggung program ini. Selama saya rawat inap saya bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu pusing-pusing memikirkan biayanya,” ucapnya (27/06).

Selain itu meski terdaftar sebagai pasien JKN, rumah sakit tidak memberikan perlakuan yang berbeda. Tenaga medis tetap mengedepankan kebutuhan kesehatan pasien sesuai dengan indikasi medisnya.

“Saya senang dokter, perawat maupun tenaga medis lainnya tidak pilih kasih. Semua pasien dilayani dengan baik sesuai dengan kebutuhan kesehatannya masing-masing. Terlebih mereka ramah kepada pasien,” tandasnya.

Tri bersyukur sakit tipes kemarin menjadi pelajaran berharga untuk dirinya. Sekarang ia lebih memperhatikan lagi kondisi kesehatannya. Selain menjaga pola makan yang benar dan teratur, ia juga mengedepankan gaya hidup yang sehat. Ia berharap upaya preventif yang dilakukannya ini bisa membantu dirinya menjaga kondisi badan tetap fit sehingga ia bisa melakukan aktivitasnya mengajar sebagai guru dengan lancar.

Selanjutnya ia berpesan agar peserta JKN lainnya juga bersemangat dalam menjaga kondisi kesehatan tubuhnya. Karena menjaga kesehatan tidak hanya penting untuk diri kita sendiri, peserta JKN yang sehat akan memberikan kontribusi bagi peserta JKN lainnya yang sakit.

“Iuran yang kita bayarkan tiap bulan akan bermanfaat untuk membiayai peserta JKN yang sakit. Selain itu anggap saja kita juga menyisihkan uang untuk jaminan di masa depan karena nantinya kita juga bisa mengalami sakit, hanya saja kita tidak tau waktunya,” imbuhnya.

Di akhir ia bercerita, ia teringat baru-baru ini ia mengetahui Program JKN memiliki layanan skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN. Ia sangat tertarik, layanan ini merupakan layanan preventif untuk mencegah potensi resiko penyakit di masa yang akan datang. Ia pun menyampaikan akan bergegas mencobanya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini