- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, Minggu (31/12/2023) berkunjung ke daerah asalnya di Kabupaten Purworejo. Pada Kesempatan itu, dia menyempatkan waktu untuk duduk dan mendengarkan keluh kesah para petani di Desa Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo.

Setidaknya ada tiga persoalan yang disampaikan petani pada kampanye tersebut. Pertama tentang kesukitan petani dalam mengakses air untuk kebutuhan sawah mereka.

Mendengar keluhan itu, Ganjar yang saat itu didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, Dion Agasi Setiabudi mengajak warga menjaga Pegunungan di wilayah Purworejo agar bisa mensuport irigasi pertanian.

“Berikutnya warga harus mendukung pemerintah dalam membangun bendungan, karena bendungan merupakan solusi terbaik agar irigasi pertanian lancar, air mengalir, sawah teraliri air. Salah satu tujuan pembangunan bendungan ya untuk itu,” kata Ganjar.

Keluhan kedua soal minimnya dukungan pemerintah terhadap pertanian organik. Jika Ganjar terpilih pada Pemilu serentak 14 Februari 2014 nanti agar mendukung pertanian organik dan mempermudah akses pasar bagi komoditas pertanian organik.

ads

Menjawab hal itu, Ganjar menyebut bahwa pemerintah sudah berupaya bertransformasi menuju pertanian organik. Ia pun setuju dengan konsep pertanian organik. Menurutnya pertanian organik atau mengkonsumsi makanan organik kini jadi gaya hidup.

“Di jakarta orang sudah mulai cari yang organik. Porjo bisa kirim ke sana. Beras rojo lele sudah hampir hilang. Bagus kalau petani Purworejo masih membudidayakan. Saya yakin kalau masuk pasar (di Jakarta) akan dibeli,” sebut Ganjar.

Jika kelak ia terpilih sebagai Presiden, Ganjar akan memerintahkan Menteri Pertanian untuk mengutamakan petani organik dalam pemberian insentif.

“Saya nanti akan merintahkan menteri Pertanian saya, petani yang menerapkan pertanian organik dia akan dapat insentif mekanis paling pertama kali dari bantuan alat tanam hingga alat panen,” sebut Ganjar.

Keluhan berikutnya soal ketertarikan pemuda terhadap sektor pertanian masih minim. Saat ini pemuda masih beranggapan bahwa tani merupakan pekerjaan berat dan cukup melelahkan. Pemuda berkeyakinan, bertani pemuda sulit memperoleh insentif.

Terkait fenomena tersebut, Jawab Ganjar, kelak dirinya ingin pertanian di Indonesia termasuk Purworejo segera bertransformasi ke pertanian modern. Saat ini petani millenial sudah banyak dan mereka terbukti bisa menerapkan konsep modern. Akan terus dikembangkan.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!