- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Warga bersama pemerintah Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo menggelar kegiatan Merti Desa sebagai wujud syukur sekaligus mengenang jerihpayah para perintis desa tersebut. Mereka adalah prajurit serta orang-orang terdekat Pangeran Diponegoro yang menjadi cikap bakal keberadaan Desa Hulosobo.

Serangkaian acara dilaksanakan sejak Sabtu hingga Senin (27-29/1/2024), dari pengajian, bazar duren, ziarah makam leluhur, kirap budaya hingga pagelaran wayang kulit.

“Merti Desa Hulosobo merupakan agenda rutin tahunan di setiap bulan Rojab. Ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan juga leluhur terutama Eyang Panembaham Sangki serta wujud syukur atas seluruh hasil bumi Desa Hulosobo,” kata Kepala Desa Hulosobo, Bangun Tri Utomo, Senin (29/1/2024).

Dia menyebut rangkaian Merti Desa dimulai dari Sabtu (27/1/2024 dengan pengajian akbar. Pada Minggu pagi hingga siang, kegiatan dilanjutkan bazar durian yang dilaksanakan karang taruna desa setempat. Minggu malam warga pun khitmat mengikuti ziarah di makam Eyang Panembahan Sangki.

Berikutnya pada Senin (29/1/2024) digelar kirap budaya yang sarat akan makna perjuangan para prajurit pangeran Diponegoro melawan Belanda yang sekaligus sebagai perintis kelahiran desa tersebut. Pada kirap budaya ini warga mengarak dondang berisi berbagai makanan khas dan hasil bumi Desa Hulosobo.

ads

“Yang wajib ada dan tidak boleh hilang dalam kirap ini adalah piring panjang ilang, yakni piring yang terbuat dari janur atau daun pohon kelapa. Seluruh makanan serta buah dikemas menggunakan piring panjang ilang,” sebut Bangun.

Piring panjang ilang, lanjut Bangun menjelaskan, dahulu digunakan untuk mengirim makanan bagi para prajurit Diponegoro saat berada di medan perang melawan pasukan Belanda.

“Makna filosofi yang kami pahami bahwa pembentukan desa ini butuh proses panjang dan perjuangan yang sangat berat. Maka sejarah itu jangan sampai kita hilangkan. Itu maksud dari penggunaan piring panjang ilang dalam merti desa ini,” imbuh Bangun.

Merti Desa Hulosobo 2024 mengambil tema “Nyawiji Karso Manunggal Roso Hulosobo Kartoraharjo”. Melalui tema tersebut Bangun mengakan seluruh warga baik yang berada di Hulosobo maupun di tanah rantau untuk menyatukan kehendak, menyatukan jiwa untuk mewujudkan Hulosobo sebagai Desa yang makmur, penuh bekat dan diselimuti keselamatan.

“Bagi sekuruh warga Hulosobo, yang berprofesi petani semoga hasilnya melimpah dan terus lumintu, yang dagang untungnya lancar dan barokah, anak-anak yang sekolah pinter soleh lak solehah dan cita-citanya tercapai, yang jadi anggota TNI-Polri karir lancar dan cepat naik pangkat. Berikutnya saudara-saudara kita merantau semoga diberikan kesehatan kelancaran rejeki dan sukses di tanah rantau,” ucapnya.

BAZAR DURIAN ANGKAT DURIAN LOKAL HULOSOBO

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi sorotan sekaligus menjadi magnet kunjungan warga pada acara ini adalah Bazar Duren dan Mangan Duren Semareme. Ribuan butir durian yang dipersiapkan karang taruna ludes pada kegiatan tersebut.

Menurut Bangun, kegiatan itu sengaja dibuat untuk memperkenalkan berbagai varietas durian lokal Hulosobo kepada halayak luas. Ia yakin durian lokal Hulosobo tidak akan membuat penikmat durian kecewa.

“Bazar duren dan mangan duren semarema ini dalam rangka promosi, bahwa durian lokal Purworejo itu bukan hanya Somongari, bukan hanya Kaligono. Kami di Hulosobo pun durian melimpah dengan berbagai varian serta rasa. Panen tahap pertama sudah selesai, saat ini memasuki tahap kedua dan InsyaAllah hingga April nanti di Hulosobo masih bisa menikmati hasil panen di tahap ketiga,” pungkasnya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!