- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, ciptakan sebuah alat sterilisasi bernama Automatic Sanitizer Machine (ASM). Inovasi yang cukup murah dan efektif ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain, baik pemerintah maupun swasta, untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

ASM dipasang di pintu masuk utama bagian depan kantor PDAM. Seluruh bagian tubuh karyawan dan pengunjung yang melintasi area tersebut secara otomatis akan disemprot dengan cairan disinfektan berstandar WHO.

Hal itu dikatakan Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo ST MSi, ketika dikonfirmasi sejumlah media di kantornya, Kamis (26/3) siang. Hermawan menyebut, ASM dirakit dengan komponen sederhana. Sistem kerjanya mengandalkan sensor gerak atau bayangan yang dihubungkan dengan pompa penyemprot air.

“Ada sekitar 16 titik semprot yang terletak secara menyebar. Untuk penampungan cairan disinfektan kita pakai 1 torn berisi 250 liter,” sebutnya.

Dilihat dari efektivitas dan efisiensi kerja, biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan ASM cukup murah, sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Hermawan tidak mempatenkan alat yang dirakit oleh karyawannya ini dan dapat dicontoh oleh instansi lain yang tertarik.

“Justru kalau memang ada yang tertarik, kami siap berbagai ilmu. Ini cukup sederhana, murah, tapi efektif,” katanya.

Dijelaskan, ASM sudah mulai diuji coba sejak 2 hari terakhir. Ide pembuatannya muncul untuk menyikapi mewabahnya Virus Corona karena PDAM tetap memberikan pelayanan bagi pelanggan meski ada pembatasan jam layanan.

“Kalau dengan cuci tangan mungkin pelanggan atau pengunjung ini bisa lupa, tapi dengan ASM ini otomatis semua yang masuk akan disterilisasi,” jelasnya.

Meski telah memiliki ASM, PDAM sesuai anjuran pemerintah telah melakukan himbauan kepada pelanggan untuk memaksimalkan sistem online dalam mengakses layanan. Sebagai contoh dalam melakukan pembayaran dan aduan.

“Sistem online sudah kita terapkan sejak lama dan memang pelanggan yang datang ke kantor sudah semakin menurun. Hanya saja memang masih ada pelanggan yang langsung datang ke kantor, misalnya terkait masalah air secara teknis,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan pemasangan ASM menjadi dukungan terhadap pemerintah, terlebih PDAM masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona. Rencananya, ASM akan dipasang di 5 kantor cabang PDM, yakni Purworejo, Banyuurip, Kutoarjo, Purwodadi, dan Loano.

“Ini bentuk dukungan sosial kita secara internal. Secara eksternal, dalam waktu dekat PDAM bersama perusahaan daerah lain juga akan membantu pemasangan tempat cuci tangan di 15 titik fasilitas umum, seperti Pasar Baledono, Pasar Suronegaran, Pasar Kongsi, Kutoarjo, stasiun, terminal, dan kantor Setda,” katanya.

Pada bagian lain, Hermawan mengajak masyarakat untuk menjadi pelanggan PDAM mengingat air yang diproduksi PDAM telah memiliki berbagai kandungan, seperti clorin dan kaporit, yang mampu membunuh berbagai virus.

“Meski memiliki beberapa kandungan itu, air PDAM aman dikonsumsi dan baik bagi kesehatan karena takarannya sudah melalui pengujian,” tandasnya. (dnl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here