Metro Times (Purworejo) Para peternak sapi di Kabupaten Purworejo didorong untuk meningkatkan produktivitasnya dengan cara memperbaiki manajemen beternak serta melakukan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi. Pasalnya, selama ini sebagian besar masyarakat hanya beternak sapi sebagai investasi atau pendapatan tambahan. Padahal jika dikelola dengan manajemen yang baik, peternakan sapi merupakan sektor bisnis yang cukup menjanjikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan.

Dorongan itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV Fraksi PDIP DPR RI, Vita Ervina SE MBA, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) bertajuk Manajemen Beternak Sapi dan Teknik Pemanfaatan/Pengolahan Kotoran Sapi di Hotel Plaza Purworejo, Senin (21/3). Kegiatan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Veteriner Wates bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI.

“Kami bersinergi dan berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di sektor peternakan. Kenapa kami mengambil tema tersebut, sama-sama kita ketahui bahwa selama ini di masyarakat bahwa beternak sapi hanya dijadikan sebagai investasi atau pendapatan tambahan, padahal jika semua itu dikelola dengan manajemen yang baik, peternakan sapi merupakan sektor bisnis yang cukup menjanjikan, baik itu penggemukan maupun pengolahan pupuk organik dari kotoran sapi itu sendiri,” kata Vita.

Bimtek diikuti puluhan peserta perwakilan masyarakat pelaku usaha peternakan sapi, petani millenial yang menjadi binaan graVITAsi, serta penyuluh dan pendamping peternakan Kabupaten Purworejo. Selain itu juga 7 kepala desa penerima program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) tahun 2020 dan 2021, yakni Girimulyo Kemiri, Hulosobo Kaligesing, Wirun Kutoarjo, Sumber Pituruh, Kaliwatukranggan Butuh, Sedayu dan Guyangan Loano.

Menurut Vita, Kabupaten Purworejo dengan areal persawahan yang sangat luas sangat mendukung untuk pengembangan peternakan, khususnya sapi. Ketersediaan pakan yang cukup dan memadai menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk mulai beternak sapi. Kondisi tersebut, lanjutnya, seharusnya bisa menjadikan penyemangat agar kedepan Purworejo mampu menjadi daerah penyangga pangan nasional.

“Tidak hanya beras saja, tetapi juga produsen daging sapi. Angan-angan tersebut tidaklah mudah akan tetapi diperlukan sinergitas yang baik antara pemangku kebijakan di daerah maupun di pusat, seperti contoh program-program pemerintah pada sector peternakan hasil sinergi antara Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI,” ungkapnya.

Bimtek ini merupakan hasil sinergi dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama dengan mitra kami Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan melalui Balai Besar Veteriner Wates.

“Fokus pada Bimtek kali ini adalah Manajemen Beternak Sapi dan Teknik Pemanfaatan/Pengolahan Kotoran Sapi. Nanti secara spesifik akan dijelaskan oleh Narasumber, bagaimana cara atau manajemen beternak yang baik serta pemanfaatan kotoran menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi tinggi,” terangnya.

Kepala Balai Besar Veterainer Wates, drh Hendra Wibawa MSi PhD, menjelaskan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang tumbuh bersama beberapa sektor lain untuk menyokong ekonomi Indonesia. Kendati demikian, masih banyak yang harus dibenahi.

“Masih ada beberapa peternak kita yang masih menggunakan pengelolaan secara tradisional, dan hanya menjadi sampingan saja sehingga produktivitas dari hasil ternak tidak maksimal. Oleh karena itu, pada kesempatan ini perlu adanya solusi untuk mengubah paradigma bagaimana kita bisa mengelola peternakan dengan hasil maksimal dan juga bermanfaat bagi pertanian,” jelasnya.

Dengan adanya Bimtek ini, para peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitasnya. ”
Sehingga selain menghasilkan daging dan susu, sapi juga bisa menghasilkan kotoran yang bermanfaat bagi sektor pertanian,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Purworejo melalui Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian, Jayadi SP MM, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bimtek. Pihaknya meminta kepada para peserta untuk menggunakan kesempatan dengan baik agar tujuan dari kegiatan ini bisa tercapai semaksimal mungkin.

“Terima kasih atas perhatiannya kepada Kabupaten Purworejo, khususnya pada sektor peternakan dan pertanian. Saya menyambut baik kegiatan ini karena menurut saya akan membawa dampak positif bagi sektor peternakan,” tandasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini