- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia atau BAZNAS RI, Saidah Sakwan menyoroti kasus stunting serta angka kemiskinan di Kabupaten Purworejo. Ia menekankan peran muzakki dan amil zakat di daerah tersebut.

Pada Kegiatan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Purworejo, Kamis (28/12/2023), Saidah mengemukakan bahwa angka kemiskinan Purworejo lebih tinggi diatas rata-rata nasional. Sedangkan angka kasus stunting masih lebih tinggi dari rata-rata angka toleransi WHO

“Angka kemiskinan nasional berada pada angka rata-rata 7 persen, di sini 11.5 persen. Untuk kasus stunting di Purworejo masih berada diangka 21 persen, sedangkan angka rata-rata yang ditoleransi WHO adalah 14 persen,” kata Saidah pada acara yang juga dihadiri Bupati Purworejo, Yuli Hastuti tersebut.

Dia berpandangan bahwa hal ini bukanlah ancaman, bagi para muzakki atau orang yang wajib mengeluarkan zakat serta para amil atau pengelola zakat dua kasus kemanusian tersebut harus menjadi tantangan. Baznas pun disebut memiliki tanggungjawab menyadarkan para muzakki.

“Bahwa harta yang sudah Allah anugerahkan jangan hanya berputar di orang-orang kaya atau muzakki. Namun, harta tersebut juga harus berputar di orang-orang miskin atau mustahiq (orang yang berhak menerima zakat),” kata Saidah lagi.

ads

Pada kesempatan itu, Saidah memberi penekanan cukup serius terhadap upaya pengendalian kasus stunting di Purworejo. para Muzakki dan Amil pun diimbau turut membantu upaya pemerintah dalam penanganan kasus ini.

“Untuk kasus stunting, mereka harus diselematkan agar kedepan Purworejo tidak mengalami los generasi. Ini tantangan bagi Muzakki dan Amil,” ujarnya menambahkan.

Dia menceritakan belum lama ini BAZNAS RI menyalurkan bantuan biasiswa kuliah kepada sejumlah pelajar untuk menempuh kuliah di Kairo Mesir. Dalam kegiatan itu terungkap, betapa besar manfaat dana umat untuk meningkatkan harkat dan martabat bagi warga tidak mampu.

Pada kesempatan itu Bupati Purworejo, Yuli Hastuti menyebut bahwa potensi zakat di daerah ini sangat besar, mengingat mayoritas penduduk di kabupaten tersebut beragama Islam. Dia berharap ada upaya optimalisasi dalam pengumpulan zakat dari Baznas serta seluruh UPZ.

“Perlu sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran bagi para Muzaki. Perlu juga upaya meningkatkan kepercayaan terhadap pengelola zakat. Belum optimalnya pengumpulan zakat ini mungkin juga dipengaruhi oleh belum baiknya kepercayaan mereka terhadap pengelola,” ucap Bupati.

Mengakhiri sambutanya, Yuli Hastuti mengajak seluruh pihak bersama-sama berkolabilorasi dalam hal pengumpulan dan penyaluran zakat. Zakat memiliki manfaat cukup besar maka pengelolaanya harus tranparan dan akuntabel.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!