- iklan atas berita -

Metro Times (Yogyakarta) Praktisi usaha ekspor yang kini menjabat sebagai General Manager (GM) Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Purworejo dan CEO PT Pradja Agro Indoland, Hanggoro Susanto, berhasil meraih gelar doktor (Dr) urutan kedua pada angkatan pertama Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Lewat penelitiannya tentang pengaruh lingkungan pasar dan kinerja ekspor, pria berusia 48 tahun itu dinyatakan lulus berpredikat cumlaude dengan IPK 3,91.

Kelulusan Hanggoro Susanto dinyatakan oleh pihak UTY usai pelaksanaan Ujian Terbuka Doktor,.di kampus setempat, Kamis (12/1). Ujian dipimpin langsung oleh Rektor UTY, Dr Bambang Moertono S. MM Akt CA, dengan anggota dewan penguji Prof Dr Zulhawati MM (promotor), Dr Sujoko MSi (co promotor), Dr Tulus Haryanto MEK (penguji eksternal), Dr Nur Wening MSi (Penguji internal), dan Dr Suryanto MSi (penguji eksternal).

Ujian terbuka juga disaksikan sejumlah undangan khusus dari Purworejo, antara lain Pimpinan DPRD  Kabupaten Purworejo, Kelik Susilo Ardani, Ketua Kopwan Srikandi, Sri Susilowati, keluarga besar serta kolega.

Di hadapan dewan penguji, Hanggoro Susanto memaparkan disertasinya berjudul “Pengaruh Lingkungan Pasar Ekspor, Kompetensi, dan Karakteristik Perusahaan terhadap Kinerja Ekspor dengan Strategi sebagai Variabel Intervening”.

Ada 10 tujuan dalam penelitiannya. Lima di antaranya yakni untuk mengetahui pengaruh lingkungan pasar ekspor terhadap Strategi, pengaruh kompetensi perusahaan terhadap Strategi, pengaruh karakteristik perusahaan terhadap Strategi, pengaruh lingkungan pasar ekspor terhadap kinerja ekspor, dan pengaruh kompetensi perusahaan terhadap kinerja ekspor.

ads

Adapun  jumlah responden yang dilibatkan menggunakan  teknik sampling sebanyak 325 perusahan ekspor di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Hanggoro Susanto saat dikonfirmasi usai ujian mengaku lega dan bangga atas rampungnya penelitian.

“Pelaksanaan pengumpulan data ini saya lakukan pada saat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ternyata staregi perusahaan sangat bergantung pada lingkungan,” katanya.

Hanggoro mengaku, gelar doktor yang disandang saat ini memotivasi dirinya untuk mengimplementasikan ilmu di dunia usaha ekspor-impor, terlebih di Kabupaten Purworejo. Bapak 2 anak ini ingin memajukan dunia usaha di Purworejo dengan memaksimalkan ekspor.

“Usaha saya memang selama ini berkecimpung di dunia ekspor. Potensi Purworejo perlu kita kembangka  karena di Purworejo ini banyak potensi yang perlu digali dan bisa kita jadikan komoditas ekspor,” sebutnya.

Selain itu, Hanggoro juga memiliki tekad untuk mengabdikan diri sebagai seorang pengajar atau dosen.

“Meskipun dosen part time atau dosen tidak tetap. Saya juga ingin berbagai ilmu dan pengalaman dengan mengawali terbentuknya komunitas eksportir  muda,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr Nur Wening MSi selaku Ketua Prodi Program Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana UTY, saat dikonfirmasi menginformasikan bahwa ada 5 doktor yang berhasil lulus pada angkatan pertama ini.  Hanggoro Susanto tercatat sebagai doktor yang lulus urutan kedua dengan IPK 3,91.

“Ini doktor kedua, nanti ada 3 doktor baru lagi yang dalam bulan ini insya-Allah akan kita selenggarakan ujian. Lalu pada tanggal 28 Januari 2023 nanti kami akan melakukan wisuda bersama-sama dengan program sarjana dan magister manajemen,” terangnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!