- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Sebanyak 29 proyek pembangunan Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2022 diresmikan, Kamis (4/1). Sejumlah proyek tersebut merupakan sebagian dari 113 paket pekerjaan konstruksi melalui tender/lelang dengan total pagu anggaran Rp284,57 miliar.

Peresmian berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Purworejo dengan simbolis penandatanganan 29 prasasti proyek oleh Bupati Purworejo, RH Agus Bastian SE MM. Hadir antara lain Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Suranto SSos MPA, Kepala OPD terkait, pimpinan BUMD, penyedia barang/jasa konstruksi, dan tokoh masyarakat.

Selain penandatanganan prasasti oleh Bupati, pada kesempatan itu juga dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua DPRD Purworejo untuk menandai peresmian Gedung DPRD Purworejo yang baru saja direhabilitasi.

Bupati Purworejo dalam sambutannya menyebut acara peresmian secara simbolis ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat serta pihak terkait bahwa pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2022 sudah selesai. Peresmian kali ini sekaligus mengawali rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-192 Kabupaten Purworejo.

”Mudah-mudahan hasil dari proyek pembangunan yang sudah dilaksanakan bisa dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” sebutnya.

Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan merupakan hasil dari perencanaan yang sudah sistematis dan bukan pembangunan yang sporadis. Perencanaan pembangunan tersebut merupakan representasi dari keinginan masyarakat agar pembangunan terus berjalan yang pada akhirnya berdampak pada pelayanan publik yang semakin baik.

Bupati pun mengakui bahwa ada beberapa paket pekerjaan fisik yang mengalami keterlambatan, tapi masih dapat diselesaikan akhir tahun 2022. Faktor penyebabnya antara lain proses lelang yang terlambat, serta adanya kendala faktor cuaca.

“Perangkat Daerah agar melakukan langkah percepatan kegiatan terutama dalam proses pengadaan barang/jasa. Sehingga tidak terjadi Δ·eterlambatan waktu pelaksanaan, terutama untuk pekerjaan DED dan fisik di tahun yang sama. Setiap pekerjaan tetap harus memperhatikan kualitas pekerjaan, tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya,” ungkapnya.

Pada tahun 2022, lanjutnya, pembangunan yang terbesar ada pada sektor pariwisata. Pembangunan tersebut meliputi pembangunan di sejumlah objek wisata dan satu hotel bintang 3 di pusat kota Purworejo. Sementara untuk pembangunan tahun 2023 sifatnya melanjutkan pembangunan yang belum tuntas pada tahun 2022.

“Paling besar, hotel mungkin ya, iya dari sektor pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Suranto, menyebut pada tahun 2022 total ada sebanyak 113 proyek yang dikerjakan dengan nilai anggaran mencapai Rp200-an miliar.

“Total 113 proyek, total anggaran Rp 284 miliar,” sebutnya.

Selanjutnya untuk tahun 2023 pembangunan infrastruktur dianggarkan sekitar Rp90 miliar.

“Ini untuk pemeliharaan berkala jalan, pemeliharaan rutin irigasi, kemudian ada untuk peningkatan SPAM air minum dan sanitasi. Pekerjaan kami di 2023 sifatnya melanjutkan, ada pekerjaan jalan yang terbangun 1 kilo, kita tambah lagi tapi kita juga menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Pihaknya berharap proyek tahun 2023 ini dapat segera dilaksanakan pada awal tahun agar tidak ada keterlambatan. Pasalnya, pada tahun 2022 lalu ada sejumlah proyek yang mengalami keterlambatan.

“Agar tidak terjadi keterlambatan, seperti yang tadi sudah disampaikan ada satu dua kegiatan yang karena faktor cuaca, faktor pelaksanaan mulainya di akhir tahun sehingga ada kendala, walaupun semua selesai namun demikian ada satu dua kegiatan yang penyedia jasanya kita denda (karena keterlambatan),” pungkasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini