- iklan atas berita -

Metro Times (Kebumen) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mengandalkan JKN sebagai jaminan biaya pengobatannya. Eni Maftukhah (56) menjadi jadi salah satunya.

Warga Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen ini mengatakan dirinya dan keluarganya telah berulang kali memperoleh pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan JKN miliknya. Ia dan suaminya diketahui terdaftar sebagai Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Ya sering berobat pakai JKN, karena kebetulan saya menderita hipertensi. Hampir setiap bulan rutin kontrol, bahkan kalau tiba-tiba pusing saya tetap berobat meskipun belum jadwal kontrol,” ujar Eni usai periksa di Puskesmas Kebumen 3, Jumat (12/01).

Wanita yang berprofesi sebagai pengrajin batik kebumen ini mengaku tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan diskriminasi saat berobat menggunakan Program JKN. Selain itu, selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan ia juga tidak pernah ditarik biaya tambahan sepeser pun.

Pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan, diagnosa, perawatan, tindakan medis, rawat inap, obat-obatan termasuk biaya konsultasi dokter dan pemeriksaan laboratorium, juga tuntas ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

ads

“Pernah beberapa kali mendengar kabar kalau pake JKN, diperlakukan dengan tidak layak. Namun yang saya rasakan justru sebaliknya, pelayanannya sangat baik dan sejauh ini tidak ada masalah,” ungkap Eni.

Setali tiga uang dengan Eni, sang suami pun sama-sama mengandalkan JKN untuk berobat. Bedanya, sang suami rutin berobat di Rumah Sakit Soedirman Kebumen untuk memeriksakan penyakit jantung yang suaminya derita. Ia mengaku sudah tiga tahun ini suaminya bolak balik kontrol ke rumah sakit.

“Sekali kontrol kalau pake umum bisa habis 300 ribu lebih, itu baru periksa belum termasuk obat-obatannya. Alhamdulillah selama tiga tahun ini semua biaya pengobatan ditanggung JKN,” ucapnya dengan penuh Syukur.

Sebagai Peserta JKN, ia benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat dengan menghadirkan program JKN ke tengah-tengah masyarakat. Melalui Program JKN, pemerintah berusaha untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan keadilan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan demikian pemerintah berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memberikan perlindungan kesehatan yang merata kepada seluruh penduduk.

“Kami sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN. Berkat Program JKN, keluarga kami dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis. Apalagi suami saat ini sudah tidak bekerja, jadi program JKN sangat-sangat membantu kami” jelasnya.

Eni juga mengatakan saat ini masyarakat tidak perlu lagi khawatir berobat menggunakan Program JKN. Selain kualitas pelayanannya yang kian baik, masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

BPJS Kesehatan telah menetapkan pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal peserta JKN. Dengan menggunakan NIK, data peserta sudah bisa diketahui oleh fasilitas kesehatan karena telah terintegrasi dengan sistem di BPJS Kesehatan. Selain kemudahan penggunaan NIK, ada kemudahan-kemudahan lainnya. Pada saat dirujuk, peserta JKN tidak perlu lagi membawa surat rujukan secara fisik, karena sistem di puskesmas dengan di rumah sakit sudah terhubung.

“Saat ini sangat mudah, pengalaman mendampingi suami, terlebih dahulu periksa di puskesmas. Berdasarkan indikasi medis, suami harus dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Selanjutnya kita ke poli rumah sakit yang akan dituju dan menunjukan KTP ke bagian pendaftaran, tidak lagi ditanya-tanya surat rujukan fisiknya,” ucapnya.

Menurut Eni dengan adanya kebijakan meminimalisir berkas-berkas seperti surat rujukan fisik ataupun kewajiban pakai kartu JKN, sangat memudahkannya. Sebagai orang yang sudah tidak muda lagi, ia sering lupa. Sudah sepatutnya instansi lain pun dapat menerapkan kebijakan yang sama seperti BPJS Kesehatan yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan bagi masyarakat.

“Kalau kebanyakan berkas kadang suka lupa taruh dimana. Anak-anak juga sering membantu mendampingi periksa baik saat di puskesmas maupun di rumah sakit. Namun sekarang semakin mudah, jadi meskipun saya berobat sendiri pun tidak akan jadi masalah,” tutupnya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!