- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Akibat pandemi yang menghantam semua sektor hingga pergeseran tatanan dunia menyebabkan munculnya isu ancaman resesi global, krisis pangan, hingga stagnasi dunia usaha menuntut semua pihak, khususnya kaum intelektual, untuk membangkitkan kembali mentalitas hero atau kepahlawanan. Oleh sebab itu, para lulusan UM Purworejo harus mampu berperan memberikan solusi sesuai bidangnya masing-masing.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Dr Rofiq Nurhadi MAg, pada acara Wisuda Sarjana ke-67 Tahun 2022 di auditorium kampus setempat, Sabtu (26/11) pagi. Dalam pidatonya berjudul “The Rise of Heroes”, Rofiq Nurhadi meminta agar lulusan UMP yang baru menyandang gelar Sarjana dapat membangkitkan kembali mentalitas kepahlawanan demi menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

“Dunia yang kita huni saat ini harus diakui sedang tidak baik-baik saja. Mungkin kita merasa hanya seperti remahan kecil atas besarnya masalah ini. Namun, kita harus menyadari bahwa kita adalah bagian dari sistem tatanan dunia sehingga kita hanya akan punya dua pilihan, menjadi korban kebringasan zaman ataukah kita menjadi solusi dari segala ancaman, menjadi loser atau menjadi hero, menjadi pecundang atau menjadi pahlawan,” ungkapnya.

Pidato rektor dikemas dalam rangkaian bahasa analogis dengan menghardirkan peran tokoh heroik Avengers seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, Black Phantom, hingga Thanos dalam seri Infinity War.

Rofiq pun mendeskripsikan ucapan Thanos kepada Iron Man dalam petikan film tersebut yang mengatakan, “Kita adalah dua orang yang dikutuk karena kecerdasan kita”.

Belajar dari cerita epik itu, para lulusan UMP ke depan harus dapat menjadi hero di manapun berada. Jadilah manajer atau pebisnis yang baik, jadilah guru yang tulus jadilah enginer yang disiplin, jadilah Hakim yang adil, jadilah psikolog yang membimbing, dan jadilah petani yang menebar keberkahan.

“Namun, Rofiq mengingatkan bahwa lulusan UMP adalah kader persyarikatan yang harus tetap berdakwah dan mendialogkan kebaikan keberagamaan secara santun di manapun berada.

“Saya menyadari bahwa pengorbanan selama masa studi anda sudah sangat besar. Namun tidak berarti pengorbanan anda akan berhenti sampai di sini. Semakin besar pengorbanan anda maka semakin besar kebahagiaan yang insya-Allah anda akan rasakan. Dunia kerja akan terus menuntut anda untuk berkorban waktu dan pikiran untuk setiap pencapaian solusi yang sesuai,” tegasnya.

Pada Rapat Senat Terbuka kali ini diketahui UMP mewisuda sebanyak 426 lulusan dari 15 program studi yang terdiri atas 288 perempuan dan 138 laki-laki. Dari jumlah tersebut, 190 wisudawan di antaranya menyandang predikat cumlaude.

Prosesi wisuda dihadiri oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kepala LL Dikti Wilayah VI Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, BPH UMP, dan jajaran mitra kerja UMP.

Sementara Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wasit Diono, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi dengan predikat Sarjana merupakan generasi penerus dan kader pemimpin yang akan memikul dan meneruskan perjuangan Bangsa. Dalam kiprah pembangunan bangsa dan negara, Sarjana harus berkerja keras, profesional, memiliki loyalitas tinggi dan memegang teguh kejujuran serta mampu melihat berbagai interaksi dan mengambil posisi, sikap, dan pandangan yang tepat dan akurat.

Dijelaskan, jumlah angkatan kerja dengan dunia kerja di Indonesia mengalami ketimpangan. Kondisi itu menuntut para Sarjana sebagai kaum intelektual untuk terus mengembangkan prakarsa, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam menghadapi persaingan dan tantangan yang semakin berat.

“Tunjukkan diri Saudara sebagai alumni UMP yang dapat dibanggakan, sebagai pemikir dan pelaku pembangunan di Kabupaten Purworejo khususnya, serta bagi bangsa dan negara,” tegasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini