MetroTimes (Surabaya) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah sangat dirasakan berat oleh masyarakat miskin dan rentan miskin di seluruh Indonesia.

 

Anggota DPRD provinsi Jatim Hj. Ir. Lilik Hendarwati menyampaikan, Masyarakat kita tidak dalam kondisi baik baik saja. Masyarakat setelah pandemi, mereka baru saja bangkit dengan keterpurukan yang diakibatkan oleh Covid, baik yang pekerja ojol, pemilik warung dan semua elemen masyarakat menengah kebawah.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Kenaikan BBM ini saya rasa sangat memberatkan masyarakat Indonesia, karena sebelumnya belum pernah ada terjadi kenaikan BBM yang setinggi sekarang ini. Karena PKS sepanjang ini bersama masyarakat maka diwujudkan lah aksi penolakan kepada pemerintah terkait kenaikan BBM subsidi dan kita menyatakan tidak hanya lewat fraksi, dan tidak hanya di pusat tapi di seluruh daerah Kabupaten/Kota mulai dari DPC DPD semuanya.

“Di jalanan kita juga melakukan aksi agar masyarakat juga tahu bahwasanya tidak semua partai menyetujui keputusan pemerintah,” terang Lilik

Menurut Lilik, BLT ini hanya dikasih 4 bulan saja. Pertanyaannya apakah naiknya BBM ini hanya 4 bulan saja ? Sedangkan masyarakat harus berjuang untuk memenuhi hidupnya dari dampak kenaikan BBM yaitu kebutuhan pokok itu lebih dari 4 bulan

“Kita juga kecewa pernyataan pak jokowi tentang tidak adanya kenaikan BBM tahun ini, tapi ternyata tanggal 3 September 2022 kemarin malah dinaikkan begitu tinggi dan diumumkannya pun secara mendadak. Tentunya ini sangat memukul ekonomi yang memberatkan masyarakat,” tandasnya.

Lanjutnya, Apakah kita menutup mata ? Saya berharap bahwa Pak Jokowi dengan gerakan yang masif baik di pusat maupun daerah supaya lebih melihat kondisi masyarakat, karena masyarakat keadaannya belum sejahtera dan mereka yang butuh bantuan dari pemerintah sangat banyak.

“MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) kita masih sangat banyak , saya khawatir jika terus terusan begini banyak gerakan gerakan masyarakat yang masif dan nantinya terjadi banyak demo penolakan yang bisa kurang baik,” cetusnya.

Respon masyarakat sejauh ini banyak yang memberikan pujian karena mereka berfikir masih ada wakil rakyat yang mengerti dan mewakili mereka meskipun ada beberapa yang kontra.

Lilik mengatakan, Sekarang ini banyak proyek-proyek yang tidak jelas sepeti IKN malah dapat prioritas, sedangkan masyarakat kecil malah dikesampingkan. Masyarakat rata-rata banyak yang sudah punya anak dua atau tiga, dan kebutuhan juga sudah pasti semakin banyak, tapi malah menyusahkan mereka.

“Mudahan-mudahan dengan ini masyarakat lebih paham, lebih tahu partai mana yang benar benar tulus memberi pembelaan kepada mereka dan mana partai yang hanya pencitraan saja,” ucapnya.

Lilik menjelaskan, bantuan dampak BBM dari pemerintah daerah yang di perintahkan pemerintah pusat, maka kita akan melakukan tugas pengawasan terhadap anggaran yang dialokasikan.
“Kalo pengawasan memang itu tugas kami sebagai anggota dewan dan kita pun sudah deal untuk memangkas gaji kita disisihkan untuk membantu masyarakat. Kebiasaan kita di PKS seperti itu dan pastinya kita juga salurkan ke RT RW karena mereka paham betul mana masyarakat yang benar benar butuh bantuan dan mana yang tidak alias warga yang mampu,” tegasnya.

“Pengawasan kita sudah pasti seperti itu. Saya selalu tiap hari blusukan ke warga, turun langsung ke jalan dan menanyakan tentang update kondisi terkini di daerah mereka masing masing. Apa perlu bantuan dan lain lain ?,” pungkasnya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini