- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pemerintah Kabupaten Purworejo dinilai tidak memberi perhatian terhadap Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Harjanto, selaku ketua umum forum tersebut memilih undur diri lantaran kecewa terhadap terhadap pemerintah daerah.

Ia resmi mengajukan surat pengunduran diri pada 30 Mei 2024. Surat pengunduran diri itu ditujukan kepada Bupati Purworejo.

Harjanto mengatakan, selama dirinya dipercaya untuk menahkodai FPRB, tak ada anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah. Padahal forum ini dibentuk oleh pemerintah daerah dan mendapat surat keputusan (SK) Bupati.

“Dalam SK bupati tersebut sebetulnya mengamanatkan. Dalam pasal 4 SK itu tertulis bahwa segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada APBD Kabupaten Purworejo. Tapi hingga hari ini tidak ada realisasi,” katanya.

Dia mengutarakan dirinya memimpin FPRB sudah selama 1,5 periode atau sekitar 6 tahun. Sejak awal hingga akhir justru pengurus yang harus mengeluarkan dana pribadi saat melaksanakan kegiatan.

ads

Harjanto berpandangan bahwa pemerintah daerah hanya memanfaatkan kehadiran forum yang beranggotakan banyak orang tersebut. Terkait kebutuhan biaya dan anggaran kegiatan yang dilaksanakan forum Pemda mengabaikan.

Sudah beberapa kali dirinya mengajukan anggaran kegiatan kepada Pemkab. Hingga saat ini tak pernah ada realisasi sepeser pun. Kondisi ini dinilai tidak selaras dengan status wilayah Purworejo yang masuk dalam daftar merah kebencanaan, baik banjir, longsor, gempa bumi maupun tsunami.

“Lalu buat apa dibentuk forum seperti ini. Katanya ada anggaranya, tapi sampai detik ini kok tidak ada yang turun. ini sudah 6 tahun, kan tidak masuk akal,” kesalnya.

Seperti diketahui, FPRB memiliki tugas untuk mengkoordir para relawan kebencanaan di Purworejo. Peran forum cukup vital dan terbukti sangat bermanfaat dalam setiap penangangan bencana di Purworejo.

“Forum ini sebetulnya adalah forum untuk memotong birokrasi biar tidak ribet. Di Purworejo ini ada 40 group relawan, forum berfungsi untuk mengkoordinir teman-teman relawan di lapangan,” imbuhnya.

“Jadi solusinya kalau kira -kira tidak ada anggaranya ya forum ini dibubarkan saja. Percuma dibentuk, mesakke relawan, bersusah payah tapi tak ada dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!