Metro Times (Purworejo) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) kembali meraih prestasi tingkat nasional dalam ajang Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek RI. Empat proposal mahasiswa UMP mendapatkan kesempatan memperoleh pendanaan dan berkompetisi dalam program P2MW.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr Budi Setiawan MSi, mengatakan bahwa P2MW merupakan kompetisi program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha. Dalam program ini mahasiswa akan mengembangkan usaha mereka melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching). Tahun ini, ada 16 mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui program ini.

“Mereka berkesempatan untuk mengembangkan usahanya melalui program ini,” katanya, Rabu (20/7).

Disebutkan, dari 16 mahasiswa yang lolos dalam program ini, ada 1 kelompok bisnis yang beranggotakan mahasiswa difabel (mahasiswa berkebutuhan khusus). Kelompok bisnis diketuai oleh Prisnadela (Program Studi Manajemen) bersama 3 anggota lainnya, yakni Nurul Hidayah (Prodi Manajemen), Suwardi (Prodi Teknologi Informasi), dan Retno Arum (Prodi Manajemen). Mereka akan didampingi oleh dosen pembimbing Ir Didik Widiyantono MAgr untuk mengangkat proposal berjudul “Pawon Jamur DENARUM Olahan Jamur Praktis dan Higienis”.

“Kelompok bisnis ini merupakan kelompok usaha yang mengolah jamur sebagai produk makanan,” sebutnya.

Rektor UMP, Dr Rofiq Nurhadi MAg, mengungkapkan bahwa keberhasilan mahasiswa difabel untuk lolos kompetisi kewirausahaan nasional ini menunjukkan ada upaya UMP dalam pengembangan mahasiswa difabel (berkebutuhan khusus). Keberadaan “Keluarga Mahasiswa Difabel-Kamadifa” UMP sangat berperan dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi mahasiswa difabel dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Secara khusus, UMP juga membentuk Unit Layanan Konsultasi Mahasiswa dan Disabilitas yang memberikan layanan konsultasi dan pendampingan mahasiswa mahasiswa berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan kelembagaan dan prestasi mahasiswa difabel menunjukan komitmen UMP sebagai kampus yang inklusif dan berkomitmen untuk pengembangan semua kelompok masyarakat. Dalam 2 tahun ini, UMP membuka kesempatan disabilitas untuk memperoleh beasiswa melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (AdiK) Difabel. Mahasiswa Difabel yang dapat mengajukan beasiswa ini adalah mahasiswa difabel sesuai Permen No 46/2017 tentang Penyandang Disabilitas yaitu mahasiswa yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, sensorik, dan atau yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

“Mahasiswa Difabel yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena keterbatasan fisik, emosional, mental, sensorik meliputi tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, gangguan komunikasi, lamban belajar, kesulitan belajar spesifik, gangguan spektrum autis, dan gangguan perhatian dan hiperaktif,” terangnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini